MOBIL NASIONAL: Dosen Unnes Bikin Pikap Rp100 Jutaan, Sekilas Mirip Jeep

03 Juni 2016 12:33 WIB Otomotif Share :

Mobil nasional Mobil Desa dicitpakan dosen Universitas Negeri Semarang.

Solopos.com, SEMARANG – Satu lagi mobil nasional karya anak bangsa lahir. Kali ini berasal dari Semarang, Jawa Tengah dan diberi nama Mobil Desa. Kabarnya, mobil tersebut dibanderol tidak sampai Rp100 juta.

Seperti namanya, mobil nasional karya Widya Ariadi, Dosen Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu dirancang sebagai kendaraan angkut ekonomis yang tangguh untuk penggunaan di wilayah perdesaan.

“Dinamakan Mobil Desa karena transmisi 4x4 cocok untuk jalan pedesaan. Harganya murah, di bawah Rp100 juta,” ungkap Ariadi di kampus Unnes Semarang sebagaimana dikutip Solopos.com dari laman Detik, Kamis (2/6/2016).

[caption id="attachment_725593" align="aligncenter" width="500"]http://images.harianjogja.com/2016/06/Pikap-Mobil-Desa-ciptaan-dosen-Universitas-Negeri-Semarang.-Detik.com_.jpg">http://images.harianjogja.com/2016/06/Pikap-Mobil-Desa-ciptaan-dosen-Universitas-Negeri-Semarang.-Detik.com_.jpg" alt="Pikap Mobil Desa ciptaan dosen Universitas Negeri Semarang. (Detik.com)" width="500" height="351" /> Pikap Mobil Desa ciptaan dosen Universitas Negeri Semarang. (Detik.com)[/caption]

Sepintas, bentuk mobil yang sudah diuji jalan 100.000 km itu mengingatkan pada Jeep berkat desainnya yang mengotak, sepasang lampu bulat dibalut grille hitam, kap panjang, ban jenis mud terrain (M/T), serta suspensi yang menyuguhkan ground clearance tinggi.

Layaknya sebuah pikap, pada bagian belakang terdapat bak cukup luas dan dalam. Satu hal yang disayangkan adalah permukaan bak tidak sepenuhnya rata karena terdapat tonjolan di kanan kiri untuk ruang ban belakang.

Dijelaskan bahwa seluruh proses pengerjaan Mobil Desa dilakukan di Unnes, kecuali sasis yang dibuat di Tegal. Sedangkan jantung pacunya menggunakan mesin 1.000 cc yang disuplai oleh Viar.

Ariadi mengklaim mobil nasional ciptaannya sudah memenuhi standar emisi Euro 2 dan lebih bertenaga pikap lain di kelasnya. Dalam pengenalan Mobil Desa hadir pula Rektor Unnes Fathur Rokhman dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Tokopedia