TIPS OTOMOTIF: Rem Tromol Belakang Kurang Pakem? Begini Cara Mengatasinya

12 Juni 2016 01:10 WIB Otomotif Share :

Tips otomotif kali ini mengulas rem tromol belakang sepeda motor.

Solopos.com, JAKARTA – Pernahkah menginjak tuas rem tromol belakang tetapi terasa kurang pakem dan sepeda motor tidak lekas berhenti? Jika iya, berarti ada masalah pada komponen tersebut. Lebih jelasnya simak tips otomotif berikut ini.

Menurut Efendi dari bengkel Aris Motor Jakarta, hal yang umum dijumpai pada rem tromol kurang pakem adalah kampas yang sudah habis. Jalan satu-satunya untuk mengatasi masalah tersebut adalah memasang kampas rem baru.

Tetapi pada beberapa model sepeda motor ada yang rem tromol belakangnya tetap kurang pakem meski kampas sudah diganti baru, salah satunya Honda Karisma 125. Itu karena panel rem alias paha rem bawaan Karisma memiliki batang kurang panjang.

“Batang paha rem Karisma itu pendek jadinya kalau buat ngerem butuh waktulebih lama. Ibaratnya itu kan tuas pengungkit kampas, bisa pakem kalau lebih panjang,” terang Efendi sebagaimana dikutip Solopos.com dari laman Liputan6, Jumat (10/6/2016).

Untuk menyiasatinya, lanjut Efendi, bisa dengan memasang paha rem milik Yamaha RX King. Selain ukurannya lebih panjang, dudukannya juga sama persis dengan bawaan Karisma sehingga proses pemasangan lebih mudah.

“Biar lebih pakem pakai paha rem RX King, itu ukurannya kan panjang. Harganya juga murah antara Rp15.000 sampai Rp25.000 dan masih banyak dijual,” imbuh Efendi.

Menurutnya cara tersebut jauh lebih murah ketimbang memodifikasi rem tromol belakang menjadi model rem cakram. Tetapi ia mewanti-wanti supaya tidak menggunakan paha rem terlampau panjang seperti milik Yamaha Byson.

Alasannya karena ban belakang sepeda motor justru bisa terkunci meski tuas rem belakang hanya diinjak sedikit. Hal tersebut tentunya berbahaya bagi diri sendiri maupun pengendara lain di jalan raya.

“Pakai punya RX King masih ada jarak mainnya. Kalau kepanjangan seperti Byson sedikit banget jaraknya, mungkin bisa mentok,” tutup Efendi.