FORD INDONESIA TUTUP: Merasa Dirugikan, 31 Diler Tuntut Ford Indonesia Rp1 Triliun

28 Juni 2016 01:10 WIB Otomotif Share :

Ford Indonesia tutup dinilai merugikan mitra lokal penyedia diler.

Solopos.com, JAKARTA – Sebanyak 31 dari 44 jaringan diler resmi menuntut ganti rugi sebesar Rp1 triliun kepada PT Ford Motor Indonesia (FMI) terkait keputusan tutup yang diumumkan 25 Januari 2016 lalu.

Kuasa hukum 31 diler tersebut, Harry Ponto mengatakan tindakan FMI itu merupakan sikap sewenang-wenang, melawan hukum, dan merugikan diler. Selain kepada FMI, tuntutan juga di tujukan kepada Ford Motor Company dan Ford International Services.

“Pengumuman sangat mendadak dan tidak ada pembicaraan apapun sebelumnya kepada diler selaku mitra lokal. Hal ini sungguh merupakan hal yang mengejutkan dan tidak dapat diterima beberapa diler Ford yang ada,” ungkap Harry di Jakarta seperti dilansir laman Okezone, Senin (27/6/2016).

“Untuk itu kami layangkan somasi, kalau kami dirugikan seseorang kami tuntut ganti rugi, tuntutan ganti rugi Rp1 triliun,” imbuhnya.

Sementara menurut wakil pemilik diler Ford Lampung, Irwan Gozali kerugian para pemilik diler selain dari mobil yang tidak laku juga karena investasi besar yang terlanjur dilakukan untuk program Ford Asean Better Plan yang diperkenalkan 2011 lalu.

“Plan itu mengajak teman-teman diler berinvestasi untuk menunjang penjualan Ford dan di bulan September lalu ada sembilan diler outlet baru diresmikan secara serentak. Tapi tiba-tiba 25 Januari diumumkan penghentian,” ungkapnya sebagaimana dikutip Solopos.com dari laman Detik.

Sayangnya sejauh ini pihak FMI belum dapat dikonfirmasi terkait tanggapan mereka terhadap tuntutan tersebut.

Sebelumnya, FMI mengumumkan menghentikan seluruh aktivitas penjualan dan impor resmi semua kendaraan Ford mulai paruh kedua tahun ini. Meski begitu FMI menegaskan akan terus memberikan layanan purnajual hingga menemukan pihak ketiga sebagai pengganti selambat-lambatnya 31 Maret 2017.