INDUSTRI OTOMOTIF : Toyota Pertimbangkan Setop Produksi Mobil Diesel

Mesin diesel Toyota. (Topgear.com)
14 Juli 2016 20:45 WIB Otomotif Share :

Industri otomotif Toyota menilai mesin diesel kurang diminati di masa depan.

Solopos.com, TOKYO – Industri otomotif asal Jepang, Toyota Motor Corporation mempertimbangkan mengakhiri produksi mobil bermesin diesel.

Seperti dilansir laman Carscoops dan Greencarreports, Kamis (14/7/2016), Toyota menjelaskan pihaknya masih mampu berinvestasi mendirikan pabrik-pabrik mesin diesel untuk 10-15 tahun mendatang. Tetapi menurut mereka, itu tidak layak diambil karena popularitas mesin yang mengonsumsi solar itu mulai meredup.

Terlebih setelah skandal Diesel Gate Volkswagen tekuak tahun lalu, banyak pengguna mobil mulai meninggalkan mesin diesel. Itu terbukti dari penjualan beberapa mobil diesel Toyota di benua Eropa yang mengalami penurunan, salah satunya hatchback Yaris.

“Penjualan Yaris diesel tidak sampai 10 persen dari total penjualan. Angka itu bisa saja turun dan semakin buruk di tahun-tahun mendatang,” ungkap Executive Vice President Toyota Eropa, Karl Schlicht.

Sebagai gantinya, industri otomotif terbesar di dunia itu akan berfokus pada pengembangan mobil dengan energi alternatif.

Toyota telah membuat rencana besar untuk memproduksi 30.000 unit mobil fuel cell dan 15 juta unit mobil hybrid hingga 2020 mendatang. Diharapkan hal tersebut dapat mengurangi jumlah emisi CO2 yang hasilkan kendaraan hingga 90 persen pada 2050.

Toyota bukan satu-satunya industri otomotif yang berencana menyetop produksi mobil diesel, sebelumnya ada Volvo yang mengatakan hal senada. CEO Volvo, Hakan Samuelson menyebut mesin diesel terlalu kotor dan untuk membuatnya ramah lingkungan perlu pengembangan dengan biaya yang tidak murah.

 

Tokopedia