RECALL MOBIL: Toyota Indonesia Tarik 40.280 Mobil, Ini Daftarnya

Airbag mobil. (Autoevolution.com)
19 Juli 2016 12:10 WIB Otomotif Share :

Recall mobil Toyota karena airbag buatan Takata bermasalah.

Solopos.com, JAKARTA – PT Toyota Astra Motor (TAM) mengumumkan menarik kembali (recall) 40.280 unit mobil produksinya. Langkah itu dilakukan untuk memperbaiki perangkat keselamatan yang bermasalah, yakni airbag buatan Takata.

Dalam siaran resmi TAM yang dilansir laman Otodriver, Senin (18/7/2016), mobil yang terlibat recall terdiri dari model sedan Toyota Camry, Vios, Altis, dan hatchback Yaris. Seluruhnya adalah unit yang memiliki tahun produksi 2001 hingga 2008.

Vice President TAM, Henry Tanoto menjelaskan recall tersebut dilakukan atas perintah Toyota Motor Corporation di Jepang. Meski begitu pihaknya enggan menyebut penarikan mobil itu dengan istilah recall, melainkan sebagai Special Service Campaign (SSC).

“Program ini bernama Special Service Campaign. Konsumen yang kendaraannya masuk dalam daftar SSC dipersilakan datang ke 283 jaringan bengkel kami. Hingga saat ini belum ada laporan kecelakaan akibat masalah ini di Indonesia, namun kami tetap memberi yang terbaik untuk konsumen dengan program ini,” ungkap Henry.

Untuk mengetahui apakah mobil Toyota yang dimiliki wajib mengikuti SSC atau tidak, pemilik dapat melakukan pengecekan awal dengan tiga cara. Dilaporkan laman Liputan6, pertama hubungi diler resmi terdekat dan kedua lakukan panggilan telepon ke 1500305.

Sedangkan cara ketiga, bisa dengan mengakses situs web http://www.toyota.astra.co.id/ssc/***">www.toyota.astra.co.id/ssc/***. Tanda bintang (*) diganti dengan 17 digit nomor kendaraan. Adapaun proses perbaikan di bengkel membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam dan tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis.

Seperti diketahui, airbag Takata memiliki masalah pada komponen inflator. Ketika mobil mengalami kecelakaan dengan benturan dari depan, airbag akan mengembang secara berlebih hingga meletup. Bukannya menyelamatkan penggunanya, hal itu justru membuat potensi cedera hingga kematian lebih tinggi.

 

Tokopedia