BURSA MOTOR: AISI: Skutik Juga akan Meredup Seperti Bebek

08 September 2016 12:45 WIB Otomotif Share :

Bursa motor skutik di Tanah Air bisa terganti dengan tren model lain.

Solopos.com, JAKARTA – Skuter matik (skutik) menjadi model paling laris di bursa motor Tanah Air saat ini. Tetapi bukan tidak mungkin tren motor tanpa tuas persneling itu memudar dan berganti ke model lain suatu saat nanti.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Gunadi Sindhuwinata yang dijumpai seusai sidang dugaan kartel Honda-Yamaha menjelaskan popularitas skutik di bursa motor Indonesia tetap ada batasnya seperti halnya motor bebek.

“Dulu tidak tahu akan ada skutik ternyata mendadak muncul dan booming. Belum tahu ke depannya bagaimana. Kalau lihat sejarahnya, bebek itu 40 tahun sampai sekarang masih ada meski pasarnya kecil. Nah, mungkin matik akan mengalami hal yang sama, ada masanya,” ungkap Gunadi seperti dilansir laman Okezone, Rabu (7/9/2016).

Ia juga membenarkan bahwa bursa motor Tanah Air bisa tumbuh hingga seperti sekarang adalah berkat skutik. Motor yang pengoperasiannya hanya perlu tarik tuas gas dan rem itu mendominasi pasar sebesar 70 persen.

“Ada matik, bebek turun jauh. Sekarang penguasaan pasar matik itu 70 persen, siapa yang mengira. Sementara motor sport tidak banyak. Sport itu atau motor laki sembilan sampai 10 persen, cuma di situ-situ saja dari dulu,” imbuhnya.

Menilik sejarah, sebagaimana dihimpun Solopos.com dari Vespaindonesia.net dan Kaskus, era skutik di bursa motor Tanah Air dimulai ketika Vespa Corsa 125 diluncurkan pada 1991 silam. Tetapi kala itu belum banyak yang paham tentang skutik karena motor bebek jauh lebih populer.

Masyarakat baru benar-benar mengenal skutik pada 2002 setelah Yamaha merilis Nouvo yang bentuknya masih menyerupai bebek. Kemunculan Nouvo kemudian disusul Mio, Honda Vario, dan beberapa produk Kymco dengan bentuk skutik tulen.