TIPS OTOMOTIF: Perempuan Pengin Naik Moge? Perhatikan Ini Dulu!

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoPengendara motor besar berisiap melakukan konvoi menuju Candi Prambanan dalam ajang Jogja Bike Rendezvous 2015 seperti saat melintas di Ring road Utara Yogyakarta, Sleman, Sabtu (15/08 - 2015). Warga berharap para pengendara moge itu tetap taat degan peraturan lalu lintas seperti tetap berhenti saat lampu merah.
25 September 2016 01:45 WIB Otomotif Share :

Tips otomotif kali ini tentang trik naik moge untuk perempuan.

Solopos.com, JAKARTA – Sepeda motor gede (moge) memang identik sebagai tunggangan pria namun bukan berarti kaum perempuan dilarang naik. Boleh saja asalkan mengetahui seluk beluknya, lebih jelasnya simak tips otomotif berikut ini.

Inge Widjaja, selaku ketua umum komunitas motor khusus perempuan Women On Wheels (WOW) mengatakan pada dasarnya mengendarai moge hanya perlu pembiasaan. Semakin sering membawa moge, maka semakin mahir juga mengendalikannya.

“Sering dibawa, tidak usah jauh-jauh cukup yang dekat saja yang penting suasana jalannya sepi, supaya bisa mengenal kendaraan. Karena kendaraan itu semakin sering digunakan maka kita akan lebih kenal. Ada pepatah bisa karena biasa,”tutur Inge seperti dikutip Solopos.com dari laman Okezone, Jumat (23/9/2016).

Tetapi mahir mengendarai moge saja belum cukup. Supaya tidak kalah dengan kaum adam, para perempuan yang ingin menggeluti hobi mengendarai moge juga harus tahu tentang seluk beluk tunggangannya serta beberapa trik khusus.

“Misalnya mengetahui bobotnya. Terus bagaimana kalau motor itu jatuh. Kalau cara mengangkatnya salah bisa sakit pinggang,” imbuh Inge.

Wanita yang sudah berkecimpung di dunia roda dua berukuran bongsor sejak 2008 silam itu juga mengingatkan supaya moge rutin diservis. Sebab jika mogok di jalan tentu akan sangat merepotkan karena bobotnya yang tidak enteng, terlebih bagi perempuan.

“Serivis harus rutin. Kalau servis enggak berkala akan pengaruh ke kendaraan itu sendiri. Kalau diservis motor jadi enak dibawa dan yang pasti enggak mogok di jalan,” ungkap Inge.

Tokopedia