Penjualan Motor Honda Tumbuh 19% Awal Tahun 2017

Ilustrasi Honda Beat. (Istimewa - astra/honda)
20 Februari 2017 14:10 WIB Muhammad Rizal Fikri Otomotif Share :

Meski naik, penjualan retail motor honda mengalami penurunan 30% dibanding Januari 2016.

Solopos.com, JAKARTA – Penjualan Motor Honda mengalami dua hal bertolak belakang pada bulan Januari 2017. Berdasarkan catatan PT. Astra Honda Motor (AHM), ada peningkatan penjualan dengan sistem wholesale 19% dan penurunan penjualan retail atau ecer sebesar 30%.

Berdasarkan rilis yang dimuat laman astra-honda.com, Kamis (16/2/2017). AHM mencatat ada pertumbuhan penjualan wholesale – dari pabrik ke dealer – sebesar 19% pada Januari 2017 dibandingkan Desember 2016.

Sebanyak 368.739 unit didistribusikan dealer-dealer daerah pada Januari 2017, 19% lebih banyak dari Desember 2016 yang hanya mampu menjual 309.796 unit. Capaian itu membuat Motor Honda menguasai pangsa pasar penjualan motor nasional sebesar 77,8%.

Capaian itu bertolak belakang dengan penjualan ecer. Menurut GM Sales Division AHM, Thomas Wijaya, capaian itu belum mencerminkan kondisi asli pasar motor domestik. “Kinerja penjualan perusahaan pada bulan pertama tahun ini belum mencerminkan kondisi yang sesungguhnya di pasar domestik karena data wholesale baru mengungkapkan distribusi unit ke jaringan penjualan daerah,” terang Thomas.

Thomas menambahkan penjualan langsung ke konsumen pada Januari 2017 mengalami penurunan sebesar 30%. Data itu dibandingkan dengan Januari 2016. “Karena terdampak oleh kenaikan harga jual akibat penarikan biaya administrasi STNK,” terang Thomas.

Stok di dealer pada Desember 2016 menipis sehingga pengadaan motor dilakukan di Januari 2017. Hal itu menjadikan kenaikan penjualan wholesale. “Bulan berikutnya kami akan sesuaikan lagi pasokan untuk mengantisipasi dampak kenaikan biaya administrasi STNK yang sudah menekan permintaan motor di awal tahun,” tambah Thomas.