Mulai Dijual di Solo, Ini Plus Minus Motor Listrik Tiger Solo

Sepeda motor Tiger (tigercyle.com)
16 Maret 2017 06:00 WIB Ivan Andimuhtarom Otomotif Share :

Motor listrik yang satu ini sudah wira-wiri di jalanan Kota Solo.

Solopos.com, SOLO -- Kendaraan roda tiga bermerek Tiger ini sudah sering wira-wiri di jalanan Solo. Bentuknya yang unik bahkan menyita perhatian netizen. Beberapa kali foto Tiger yang tengah berada di tengah lalu lintas Solo diposting ke grup Facebook komunitas di wilayah Soloraya.

Kendaraan ini dikemudikan menggunakan setang layaknya sepeda motor, memiliki bodi layaknya sebuah mobil, dan bertenaga listrik sehingga dikenal dengan sepeda listrik roda tiga. Penjualnya membuat julukan mini green car matic. http://m.solopos.com/?p=782551">(Baca: Motor Listrik Bikin Heboh Jalanan Solo)

Di Solo, Tiger dijual Ari Sutanti, 51 dan anaknya, Ezha Kurnia Sari Wahyu Soleha, 27. Mereka tinggal di Jl. Kartika Gang Kartika I RT 001/RW 018, Ngoresan, Kelurahan Jebres, Solo. Ada dua pintu pada kendaraan dengan panjang dua meter itu.

Di dalamnya, terdapat setang layaknya sepeda motor matic lengkap dengan dua tuas rem di kanan dan kiri. Di setang kanan, terdapat saklar untuk mengubah arah gerak sepeda listrik, maju atau mundur. Sementara saklar di bawahnya untuk menghidupkan wiper kaca depan. Di setang sisi kiri, terdapat saklar sein dan tombol klakson.

Speedometer-nya full digital dengan penunjuk kecepatan, sisa daya aki yang menjadi sumber tenaga dari dinamo penggerak dan waktu mengemudi. Tampilan speedometer itu menggunakan huruf Tiongkok. Di bagian bawah setang terdapat tiga tombol lain yang dipasang secara berjajar.

Mode Kendaraan

Tombol paling kiri untuk memilih mode berkendara, untuk cepat atau untuk lambat. Meskipun kecepatan maksimal hanya 35 km/jam. Sementara dua tombol lainnya belum diketahui fungsinya. Ketiganya juga dilengkapi keterangan dengan huruf Tiongkok.

Pedal rem kendaraan itu berada di bawah, mirip dengan skuter lawas. Ruang mini car itu bisa memuat maksimal tiga orang, satu pengemudi dan dua orang penumpang di jok belakang.

Material bagian dalam mini car terbuat dari plastik jenis shibo pattern (polipropilena) atau plastik kulit jeruk. Sedangkan bagian luar terbuat dari plastik semacam untuk bodi sepeda motor.

Ari mengatakan kendaraan itu menggunakan dinamo tipe brushless yang didukung lima aki kering ukuran 12 volt 12Ah. Dalam kondisi aki penuh, pengendara bisa mengajaknya berjalan-jalan hingga 50 km.

”Tapi tergantung medan. Kalau naik-naik begitu, daya di aki lebih cepat habis. Kita bisa tahu dari penunjuk daya di speedometer,” ujarnya saat ditemui Solopos.com, Selasa (14/3/2017).

Menurut dia, aki tersebut bisa penuh setelah dicas selama lima jam. Dalam instruksi penggunaannya, pengguna tak boleh mengecas lebih dari lima jam. Ari mengatakan mulanya ia adalah pengguna kendaraan tersebut sejak Juni 2016 karena ia tak bisa menyetir mobil maupun mengendarai sepeda motor. Sepeda listrik itu ia ketahui dari Internet.

Kendaraan itu diimpor dari Tiongkok dalam bentuk sparepart kemudian dirakit di Surabaya, Jawa Timur. Ia kemudian berkenalan dengan orang yang merakit kemudian tertarik memasarkannya melalui jaringan online.

Dia mengatakan mobil mini itu dijual dengan harga Rp39 juta. Dana itu sudah termasuk ongkos kirim untuk wilayah Jawa. Sedangkan untuk konsumen di luar Jawa, ia menambahkan beban ongkos kirim. Ia baru bisa mengirim barang setelah pembeli melunasi biaya pembelian.