Mobil Listrik Murah Tesla Kembali Diproduksi

Tesla Model 3 (Teslamotors.com)
07 Juli 2017 13:45 WIB Redaksi Solopos Otomotif Share :

Tesla mengungkap Model 3 ini mengalami kendala serius terutama soal pasokan baterai.

Solopos.com, SOLO – Bos Tesla Motors Elon Musk memastikan mobil listrik termurahnya, Model 3, akan mulai diproduksi pekan ini. Mobil jenis sedan ini kabarnya bakal dibanderol US$35 ribu atau sekitar Rp461 juta.

Dilansir Mashable, Jumat (7/7/2017), sebelumnya, Tesla mengungkap Model 3 ini mengalami kendala serius. Tesla mengalami persoalan dengan pasokan baterai.

Tak hanya berdampak pada produksi Model 3, produksi kendaraan Tesla lainnya yakni Model S dan Model X juga ikut terpengaruh. Hasilnya, pengiriman konsumen menjadi tertunda.

Tesla hanya bisa mengirim 47.000-50.000 unit mobil listrik sedan selama semester pertama 2017, lebih sedikit dibandingkan target yang dicanangkan sejak awal.

Musk mengatakan, produksi Model 3 akan dimulai pada pekan ini meski jumlahnya masih sangat terbatas. Namun, ia menjanjikan mulai Desember mendatang Model 3 sudah diproduksi 20 ribu unit per bulan. Model 3 produksi pertama atau disebut dengan SN1 sendiri akan keluar dari jalur produksi pada Jumat pekan ini.

Model 3 diperkenalkan pertama kali pada 31 Maret 2016. Hingga kini pemesanannya sudah mencapai lebih dari 300.000 unit di seluruh dunia. Saat ini Musk berkonsentrasi untuk memenuhi permintaan itu.

Menurut Musk, Model 3 sudah memenuhi seluruh persyaratan untuk diproduksi massal dua pekan lebih cepat dari jadwal yang ditentukan. Produksi akan terus ditambah secara berkesinambungan.

"Produksi akan tumbuh secara eksponen. Jadi Agustus akan (diproduksi) 100 unit dan pada September lebih dari 1.500 unit. Sepertinya kami akan dapat mencapai 20 ribu Model 3 per bulan pada Desember," terang Musk, dalam cuitannya di akun Twitter.

Jumlah itu, lanjut dia, sesuai dengan target yang sudah ditentukan sebelumnya yakni rata-rata memproduksi lebih dari  5.000 unit Model 3 setiap pekan hingga akhir tahun dan 10 ribu kendaraan per pekan pada 2018.

Tokopedia