Dijamin Murah! Ini Harga Mobil Pedesaan Produksi Sukiyat

Presiden Joko Widodo berbincang dengan pemilik bengkel Kiat Motor, Sukiyat, saat meninjau prototipe pengembangan mobil pedesaan Mahesa di bengkel yang beralamat di Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Klaten, Minggu (17/9/2017) malam. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI - Solopos)
18 September 2017 15:30 WIB Taufik Sidik Prakoso Otomotif Share :

Harga mobil pedesaan produksi bengkel Kiat Motor milik Sukiyat di Klaten jauh lebih murah dibandingkan kendaraan baru lain.

Solopos.com, KLATEN -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi bengkel Kiat Motor yang berada di tepi jalan raya Solo-Klaten, Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Minggu (17/9/2017) malam. Jokowi melihat tiga tipe kendaraan pedesaan produksi bengkel Kiat Motor yang ternyata harganya jauh di bawah Rp100 juta.

Kendaraan pedesaan itu diberi nama Mahesa. Ada tiga prototipe yang dibikin yakni double cabin, single cabin, serta less desk. Kendaraan itu menggunakan mesin diesel berkapasitas 650 cc berbahan bakar solar. Kendaraan pedesaan bersifat multifungsi untuk penumpang dan barang. Bahkan, kendaraan ini memiliki power take off (PTO) yang dapat disambungkan ke peralatan pertanian seperti mesin penggiling padi, pompa air, dan generator listrik.

[caption id="attachment_852423" align="alignnone" width="640"]http://images.harianjogja.com/2017/09/Mobil-pedesaan-Sukiyat.jpg">http://images.harianjogja.com/2017/09/Mobil-pedesaan-Sukiyat.jpg" alt="Salah satu prototipe varian mobil pedesaan Mahesa di bengkel Kiat Motor yang beralamat di Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Klaten, Minggu (17/9/2017) malam. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)" width="640" height="427" class="size-full wp-image-852423" /> Salah satu prototipe varian mobil pedesaan Mahesa di bengkel Kiat Motor yang beralamat di Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Klaten, Minggu (17/9/2017) malam. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)[/caption]

Pemilik bengkel Kiat Motor, Sukiyat, mengatakan perencanaan usaha segera dibuat dalam dua pekan dan akan dipaparkan kepada Presiden Jokowi. Ia menuturkan pengembangan kendaraan itu tak ada kesulitan.

“Ini kan pabriknya belum kami buat. Kalau beliau berkenan nanti kami pabriknya segera buat. Insyaallah nanti Agustus 2018 sudah bisa diproduksi,” katanya.

Pengembangan kendaraan itu dimaksudkan untuk mendukung produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pedesaan terutama petani. Harga kendaraan itu berkisar Rp50 juta hingga Rp70 juta. Baca juga: http://solopos.com/?p=852343" target="_blank">Jokowi Dorong Mobil Pedesaan Diuji Emisi.

[caption id="attachment_852424" align="alignnone" width="640"]http://images.harianjogja.com/2017/09/Mobil-pedesaan-Sukiyat2.jpg">http://images.harianjogja.com/2017/09/Mobil-pedesaan-Sukiyat2.jpg" alt="Presiden Joko Widodo berbincang dengan pemilik bengkel Kiat Motor, Sukiyat, saat meninjau prototipe pengembangan mobil pedesaan Mahesa di bengkel yang beralamat di Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Klaten, Minggu (17/9/2017) malam. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)" width="640" height="427" class="size-full wp-image-852424" /> Presiden Joko Widodo berbincang dengan pemilik bengkel Kiat Motor, Sukiyat, saat meninjau prototipe pengembangan mobil pedesaan Mahesa di bengkel yang beralamat di Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Klaten, Minggu (17/9/2017) malam. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)[/caption]

Sukiyat mengatakan produksi mobil itu ditargetkan melibatkan industri kecil menengah (IKM). Sukiyat menjelaskan sebagian besar komponen kendaraan itu menggunakan produk dalam negeri. Beberapa komponen seperti mesin masih menggunakan barang impor.

Jokowi mengapresiasi pengembangan mobil pedesaan tersebut. Ia menyatakan pengembangan Mahesa seperti mobil Esemka. “Ini ada ide, gagasan yang sudah jadi barang. Sama seperti dulu kayak mobil Esemka. Jadi dibangun dari UKM-UKM kemudian diintegrasikan dengan SMK kemudian jadi mobil. Tahapan berikutnya ada sertifikasi, ada uji emisi seperti itu sama,” kata Jokowi.