Ikut Bikin Mobil Listrik, Rolls Royce Rancang Pantom Full Electric

Ilustrasi Rolls Royce (techreleased.com)
20 Oktober 2017 13:10 WIB Redaksi Solopos Otomotif Share :

Belum diketahui pasti kapan mobil mewah ini akan diperkenalkan.

Solopos.com, WESTHAMPNETT – Rolls Royce melanjutkan rencananya menggarap mobil listrik yang sempat dirancang enam tahun silam. Produsen mobil mewah asal Inggris ini sempat menggagas konsel 102 EX namun akhirnya ditinggalkan lantaran mobil listrik saat itu tak begitu populer.

Chief Executive Officer (CEO) Rolls Royce Torsten Muller Otvos mengatakan pihaknya tengah merancang Phantom baru dengan elektrifikasi dan kemungkinan sedan mewah tersebut memiliki varian full electric. Belum diketahui pasti kapan mobil mewah ini akan diperkenalkan.

Menurut Torsten, perusahaan lebih berorientasi ke regulasi yang dibuat oleh pemerintah di masing-masing negara daripada permintaan konsumen.

"Mungkin kami akan melihat perkembangannya dalam beberapa dekade ke depan. Beberapa pasar Asia sudah mengeluarkan wacana larangan menjual mesin diesel dan bensin. Jika ini terjadi, maka elektrifikasi adalah suatu keharusan," kata Torsten sebagaimana dilaporkan Carscoops.

Ia mengakui saat ini belum ada pelanggan yang menuntut perusahaan untuk secepatnya mendatangkan mobil listrik. "Saya belum melihat satu lembar cek pun tiba di mejaku dengan mengatakan, “Bangunkan saya satu mobil listrik”," ucapnya.

Sebelum menuju ke kendaraan tanpa emisi, Rolls Royce akan lebih dulu menyuntik mati mobil hybrid dan plug-in hybrid, serta tidak akan menghidupkannya kembali.

Selain soal mobil listrik, Torsten juga mengungkapkan bahwa perusahaan mengikuti perkembangan teknologi automotif yang saat ini tengah ramai yaitu mobil otonom (tanpa sopir). Hanya saja, belum ada niat untuk mengembangkannya karena saat ini infrastruktur kurang mendukung.

"Semuanya tergantung pada kemajuan pembangunan, bila memang benar dan cukup maju sehingga menjadi kendaraan yang sangat dibutuhkan bagi pelanggan maka kemungkinan perusahaan akan merangkul perusahaan yang dapat mengembangkan teknologi mengemudi otonom," pungkas dia.