Setelah Volvo, Geely Caplok Terrafugia untuk Produksi Mobil Terbang

logo Volvo (JIBI/Harian Jogja - Reuters)
16 November 2017 13:30 WIB Redaksi Solopos Otomotif Share :

Niat Geely untuk memproduksi mobil terbang rupanya bukan isapan jempol belaka.

Solopos.com, SOLO – Setelah berbulan-bulan dikabarkan akan meluncurkan mobil terbang, perusahaan induk Volvo, Geely akhirnya mengakuisisi mobil terbang Terrafugia dan mengubahnya menjadi anak perusahaan otomotif raksasa di China. Namun, Terrafugia akan tetap berbasis di Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Dailymail, Kamis (16/11/2017), Li Shufu, pendiri sekaligus ketua Geely, mengatakan, ”Tim di Terrafugia telah berada di garis depan untuk yakin mewujudkan visi dan menciptakan solusi mobilitas utama. Ini merupakan sektor yang sangat menarik, dan kami yakin bahwa Terrafugia idealnya diposisikan untuk mengubah mobilitas. Karena kami memahami pengembangan industri.”

Sebagai informasi, Terrafugia menerima lampu hijau dari komite penanaman modal asing di AS, dan mengatakan bahwa tiga kali lipat insinyurnya mengantisipasi pemasukan untuk Geely. Tetapi untuk pemasukan finansial dan ahli otomotif yang mendukungnya tetap dari Geely.

Perusahaan berjanji, akan memiliki mobil terbang pertamanya pada 2019 dan kendaraan TF-X listrik pada 2023. Geely akhirnya dapat mengubah impian itu menjadi kenyataan. Namun, mobil terbang tersebut memiliki kendala dari segi pemasaran, karena masyarakat menganggap mobil terbang hanya sebagai fiksi ilmiah.