Mitsubishi Kembangkan 10 Mobil Listrik untuk Indonesia

13 Desember 2017 12:30 WIB Redaksi Solopos Otomotif Share :

Mitsubishi Motors berkontribusi langsung terhadap transisi menuju era "ekonomi rendah karbon."

Solopos.com, JAKARTA – Mitsubishi Motors Corporation (MMC) mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman dengan pemerintah Indonesia terkait pengembangan, penggunaan dan ketersediaan kendaraan listrik di Indonesia, Selasa (12/12/2017).

Mitsubishi Motors berkontribusi langsung terhadap transisi menuju era "ekonomi rendah karbon" (low carbon economy) di Indonesia dengan menyediakan 10 kendaraan listrik, antara lain delapan unit SUV Outlander PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) dan dua unit kendaraan listrik murni i-MiEV, serta empat unit pengisian daya (charging units) kepada Kementerian Perindustrian RI dan berbagai organisasi lainnya termasuk Universitas/Perguruan Tinggi Nasional dan lembaga penelitian.

Hal itu dilakukan Mitsubishi guna mendukung langkah Pemerintah Indonesia yang tengah mendorong pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi untuk mengurangi emisi CO2.

Langkah yang akan diambil pemerintah adalah eksplorasi berbagai kebijakan baru dan program insentif guna mendorong penggunaan kendaraan listrik bagi pengemudi dan produsen.

Pemerintah Indonesia dan Mitsubishi Motors Corporation juga akan melakukan studi bersama untuk menguji efisiensi penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.

“Nota kesepahaman ini merupakan bentuk kepercayaan Pemerintah Indonesia kepada teknologi listrik Mitsubishi Motors. Pengumuman ini sekaligus menunjukan pentingnya Indonesia bagi Mitsubishi Motors dalam rencana pertumbuhan di masa depan," kata Chief Executive Oficer Mitsubishi Motors Corporation Osamu Masuko dalam keterangannya, Senin.

"Kami senang dapat berperan dalam membantu mengurangi emisi di Indonesia dan mendukung transisi ke era ekonomi rendah karbon," kata Osamu Masuko.

Nota kesepahaman ini menunjukan komitmen jangka panjang Mitsubishi Motors di Indonesia. Perusahaan yang masuk ke pasar Indonesia sejak 46 tahun lalu itu telah membuka pabrik perakitan baru kendaraan penumpang di Bekasi, Jawa Barat. Pabrik tersebut menyediakan lebih dari 3.000 pekerjaan dengan kapasitas produksi maksimum saat ini hingga 160.000 kendaraan per tahun.

Pembukaan pabrik perakitan di Bekasi menunjukan bahwa Indonesia telah menjadi pusat produksi utama Mitsubishi Motors, sekaligus menjadi pusat kegiatan seluruh kawasan Asia Tenggara.