Hyundai Berhasil Uji Coba Kendaraan Swakemudi

05 Februari 2018 12:45 WIB Otomotif Share :

Terdapat lima kendaraan swakemudi yang diujicoba.

Solopos.com, SEOUL – Pabrikan otomotif terbesar Korea Selatan, Hyundai Motor Co, berhasil mengujicoba kendaraan swakemudi dengan rute dari Seoul ke PyeongChang, sebuah kota pegunungan yang menjadi tuan rumah Olimpiade musim dingin mendatang.

Dilansir kantor berita Yonhap, sebagaimana dikutip Reuters, Senin (5/2/2018), Hyundai mengembangkan program kendaraan swakemudi dan berencana mempromosikan teknologi itu pada Olimpiade PyeongChang 2018 yang akan diselenggarakan pada 9-25 Februari.

Terdapat lima kendaraan swakemudi yang diujicoba, dua G80 dari merek mewah Genesis dan tiga kendaraan hidrogen-listrik, yang mampu melaju 190 kilometer di jalan tol pada Jumat pekan lalu, kata perusahaan itu.

Model tersebut diklaim memenuhi standar international, dengan sistem pengendali otomatis yang aman bagi penumpangnya.

Perusahaan tersebut mengatakan pengujian kendaraan swakemudi yang berjalan pada rute panjang berkecepatan maksimum 100 sampai 110 kilometer per jam merupakan yang pertama kalinya di negara itu.

Itu juga diklaim sebagai ujicoba kendaraan hidrogen-listrik swakemudi pertama di dunia. --

Grup otomotif Jerman, Daimler, bersama perusahaan suplier Robert Bosch akan menguji armada swakemudi yang diberi nama Robo-taxis dalam beberapa bulan ke depan.

Daimler yang menaungi Mercedes-Benz menggandeng Bosch sejak tahun lalu guna mengembangkan mobil swakemudi dalam sebuah aliansi yang bertujuan mempercepat produksi Robo-taxis.

"Akan ada uji kendaraan di jalanan dalam beberapa bulan mendatang," kata pimpinan Bosch, Volkmar Denner, kepada Automobilwoche dilansir Reuters, Minggu (4/2).

Kerjasama Daimler dan Bosch sebagai pabrikan mobil mewah dan pemasok parts otomotif terbesar akan menjadi tantangan bagi perusahaan teknologi Uber yang juga mengembangkan armada swakemudi.

Bulan lalu, Alphabet Waymo mengatakan telah memulai ujicoba kendaraan swakemudi di Atlanta dan 25 kota lainnya di Amerika Serikat.

Perusahaan teknologi dan pembuat mobil berupaya menyesuaikan diri dengan pergeseran industri otomotif karena berhadapan dengan konsumen yang memanfaatkan kemudahan teknologi dari ponsel pintar untuk mencari, menerima dan menyewa kendaraan, ketimbang harus membeli mobil.

"Perbedaan besar dengan pesaing adalah kami mengonseptualisasikan kendaraan sebagai robo-taxis (taksi) sejak awal dan bukan sebagai unit teknologi yang terpasang pada kendaraan semata," kata Wilko Stark, wakil presiden Daimler dan pimpinan strategi Mercedes-Benz.

Tokopedia