2 Tim Wakili UNS Solo di Lomba Irit Bahan Bakar Asia, 1 Liter Bisa 350 Km

21 Februari 2018 06:00 WIB Insetyonoto Otomotif Share :

UNS Solo mengirimkan dua tim bertarung di Asia.

Solopos.com, SOLO -- Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo mengirimkan dua tim yakni Bengawan Team 1 dan Bengawan Team 2 pada kejuaraan Shell Eco-Marathon Asia 2018.

Kompetisi hemat bahan bakar kendaraan yang disponsori perusahaan Shell bagi para pelajar atau mahasiswa di seluruh dunia akan berlangsung di Changi Exhibition Center, Singapura, 8-11 Maret 2018. Pelepasan Bengawan Team dilakukan Rektor UNS Solo, Ravik Karsidi, di halaman Gedung dr. Prakosa Kampus http://solopos.com/?p=872613">UNS Solo, Senin (19/2/2018).

Bengawan Team http://solopos.com/?p=872261">UNS Solo diharapkan dapat meraih hasil terbaik pada ajang Shell Eco-Marathon Asia 2018 di Singapura. ”Para mahasiswa agar percaya diri karena sudah memiliki pengalaman mengikuti lomba serupa tahun lalu [2017]. Kita doakan semua berjalan lancar serta bisa menjadi juara tidak hanya tingkat Asia tapi juga juara dunia,” kata Ravik.

Pada ajang Shell Eco-Marathon Asia 2018, Bengawan Team 1 berlaga pada bahan bakar gasoline dan Bengawan Team 2 berlaga pada bahan bakar diesel. Kedua tim http://solopos.com/?p=871485">UNS Solo tersebut akan mengikuti kompetisi dalam kategori Internal Combustion Engine (ICE).

Capaian Bengawan Team UNS pada Shell Eco-Marathon Asia 2017 adalah 213 km/liter dan menempati posisi keempat dalam kategori ICE. Sedangkan pada Drivers’ World Championship Asia 2017 menempati posisi kedua yang kemudian membawa Bengawan Team berkompetisi di Drivers’ World Championship di London, Inggris.

General Manager Bengawan Team UNS Solo, Aulia Madjid, mengatakan ada dua prototipe mobil yang diikutkan di kompetisi ini yakni prototipe berbahan bakar bensin dan solar. Prototipe mobil berbahan bakar bensin menggunakan mesin Yamaha Z1, sedangkan prototipe berbahan bakar solar menggunakan mesin untuk pemotong rumput 150 cc.

Menurut Aulia, proses dari membongkar sampai pembuatan prototipe dua mobil termasuk sasis dan bodi mobil membutuhkan waktu setahun. Proses pembuatan prototipe melibatkan 30 mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Teknik Mesin, Teknik Industri dan Teknik Elektro Fakultas Teknik.

http://cms.solopos.com/?p=896206&;page=2">Selanjutnya: Demi Irit Rp200 Juta Digelontor

Irit Banget

Dana membuat prototipe mobil, sambung dia, mencapai Rp 200 juta. Dana berasal dari UNS Solo dan pihak sponsor. ”Kami telah melakukan serangkaian tes terhadap dua mobil ini. Hasilnya satu liter bisa mencapai 350 kilometer,” jelas dia.

Dia optimistis dapat meraih hasil terbaik karena aspek penilaian juri di kejuaraan ini salah satunya hemat energi, selain safety riding. ”Berharap tahun ini [2018] bisa meraih juara satu. Tahun 2017 menempati posisi empat dalam kategori ICE,” harap dia.

Tahun lalu, Bengawan Team II http://solopos.com/?p=858453">UNS Solo dan Tim ITS 2 dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, berlaga dalam ajang Shell Eco-Marathon Drivers World Championship (SEM DWC) 2017 di London, Inggris.

Mereka belum bisa meraih hasil terbaik dalam kompetisi adu balap antara mobil-mobil hemat energi terbaik dari seluruh dunia tersebut. Namun, kedua tim berhasil mengukir prestasi yang cukup membanggakan, yakni mewakili Asia di Grand Final setelah tim Asia lainnya, yaitu Filipina, gagal menyelesaikan tahap kualifikasi berupa uji rem dinamis.

”Bisa bersaing hingga ke London, terasa seperti mimpi. Kalau kami tidak mengikuti kualifikasi untuk babak final Drivers World Championship, mungkin tidak akan pernah bisa berada di sini. Kami sangat berterimakasih kepada Shell atas kesempatan luar biasa yang telah diberikan kepada kami,” ujar Bhima Poetra Perdana, Manager of ITS Team 2 kala itu.