Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Percepat Proses Konvergensi Bisnis

02 Maret 2018 06:10 WIB Otomotif Share :

Dari optimalisasi dan percepatan proses konvergensi tersebut, maka akan membuat ketiga perusahaan meningkatkan jumlah kas dan keuntungan mereka.

Solopos.com, TOKYO – Aliansi tiga raksasa otomotif dunia yakni Renault, Nissan, dan Mitsubishi menyatakan secara bersama-sama akan mempercepat proses konvergensi bisnis mereka.

Dalam keterangan resminya, aliansi otomotif dunia tersebut mengaku akan memperluas dan mempercepat konvergensinya di bidang rantai penjualan, pengembangan mesin, manufaktur serta menunjuk beberapa pejabat khusus untuk mempimpin proyek baru mereka.

"Kami mempercepat konvergensi untuk mendukung perusahaan-perusahan anggota aliansi meningkatkan kinerjanya seiring menguatnya sinergi," kata Kepala Renault Carlos Ghosn, yang juga Ketua dan CEO aliansi tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (1/3/2018).

Ghosn berharap, dari optimalisasi dan percepatan proses konvergensi tersebut, maka akan membuat ketiga perusahaan meningkatkan jumlah kas dan keuntungan mereka. Dia menjamin, aliansi tersebut tidak akan mengurangi aspek otonomi bisnis masing-masing perusahaan.

Seperti diketahui, pada September 2017 lalu, entitas aliansi gabungan tiga perusahaan tersebut meluncurkan rencana jangka menengah hingga 2022 yang menargetkan peningkatan sinergi tahunan menjadi lebih dari 10 miliar euro. Target itu naik dari yang diungkapkan pada 2016 dengan  5 miliar euro.

Perusahaan anggota Aliansi tersebut memperkirakan penjualan meningkat menjadi 14 juta unit pada 2018. Apabila terealisasi maka jumlah tersebut  naik siginifikan dibandingkan dengan capaian pada 2017 dengan 10,6 juta unit.

Aliansi Nissan-Renault-Mitsubishi pun tercatat telah berhasil mendobrak komposisi persaingan perusahaan otomotif global pada semester I/2017 lalu. Kala itu mereka berhasil menjual 5,27 juta unit kendaraandan menyalip Toyota dan Volkswagen AG untuk menjadi grup otomotif terbesar dunia.

Adapun, aliansi atau kerja sama antarprodusen otomotif telah menjadi tren sejak 2016 lalu. Pada 2017, Toyota Motor Corp., dan Mazda Motor Corp., mengumumkan rencana terbarunya untuk investasi bersama di pabrik perakitan di AS.

Tokopedia