Wali Kota Jamin Deklarasi Solo Kota Otomotif Tak Tambah Kemacetan

10 Maret 2018 23:30 WIB Otomotif Share :

Solo dideklarasikan menjadi kota otomotif.

Solopos.com, SOLO -- Lebih dari 166 klub/komunitas otomotif hadir dalam deklarasi Solo Kota Otomotif yang digelar di halaman parkir Stadion Manahan Solo, Sabtu (10/3/2018) sore. Muncul kekhawatiran deklarasi ini justru bakal menambah kemacetan kota Solo.

Namun hal itu segera ditepis Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo yang mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir karena deklarasi ini tidak akan menambah kemacetan di Kota Solo.

“Namun kami berharap hal positif dari deklarasi ini akan berimbas pada peningkatan perekonomian masyarakat. Karena akan muncul pedagang-pedagang barang-barang otomotif lama, seperti sekarang sudah ada klithikan,” terang Wali Kota di hadapan peserta deklarasi yang juga dihadiri Kapolresta Solo, Dandim Solo, dan Danlanud Adisoemarmo, serta Kasatlantas Polresta Surakarta.

Tidak hanya itu, Rudy sapaan akrab F.X. Hadi Rudyatmo, menambahkan Pemerintah Kota Solo juga bakal memfasilitasi komunitas otomotif dengan memberikan sarana di sekitar Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo.

“Bentuknya apakah arena atau tempat nongkrong saya belum tahu karena dilaksanakan investor atau pihak ketiga,” jelasnya.

Sementara peserta deklarasi sempat dibuat bertanya-tanya atas kehadiran Tommy Soeharto yang menggunakan atribut (jaket) sebuah partai baru.

Ketua Panitia Deklarasi Solo Kota Otomotif, Herman Jamboje, ketika dimintai konfirmasi mengatakan Tommy Soeharto hadir sebagai tamu. Soal pengenaan atribut (jaket) sebuah partai, dia mengaku tidak tahu. “Kalau yang itu saya tidak tahu Mas,” ujarnya singkat.

Selain deklarasi juga ada pernyataan sikap dari Indonesia Satu yang dibacakan Presiden Indonesia Satu, Heru Notonegoro tentang Solo Aman Solo Nyaman. Ada juga slalom, free style, dan mobil offroad melewati dua mobil. Acara diakhiri rolling peserta deklarasi dengan titik akhir Gladak.