Honda Astra Motor Jateng Ajak Dua SMK Soloraya Terapkan Safety Riding

20 Maret 2018 20:15 WIB Muhammad Rizal Fikri Otomotif Share :

Kampanye safety riding Honda Motor Semarang datangi dua SMK di Soloraya.

Solopos.com, SOLO – Honda Motor Jawa Tengah kembali mengadakan kampanye safety riding ke sekolah-sekolah. Kali ini giliran SMK Muhammadiyah 1 Solo dan SMK PGRI Sukoharjo. Kunjungan kali ini memverifikasi ilmu safety riding yang tahun lalu pernah diberikan ke murid-murid dua sekolah tersebut dan usaha menciptakan lingkungan sekolah yang aman.

[caption id="attachment_904486" align="alignleft" width="370"]http://images.harianjogja.com/2018/03/Siswi-SMK-PGRI-Sukoharjo-menerima-penyuluhan-instruktur-Safety-Riding-Honda-Istimewa.jpg">http://images.harianjogja.com/2018/03/Siswi-SMK-PGRI-Sukoharjo-menerima-penyuluhan-instruktur-Safety-Riding-Honda-Istimewa-370x278.jpg" alt="Siswi SMK PGRI Sukoharjo menerima penyuluhan instruktur Safety Riding Honda (Istimewa)" width="370" height="278" /> Siswi SMK PGRI Sukoharjo menerima penyuluhan instruktur Safety Riding Honda (Istimewa)[/caption]

Acara kampanye safety riding itu diselenggarakan pada Selasa dan Rabu (13&14/3/2018). Safety Riding Officer Honda Motor Jawa Tengah, Suko Edi, saat dihubungi Solopos.com melalui sambungan telepon, Senin (19/3/2018) menyatakan kampenya kemarin itu lebih ke sebuah verifikasi ulang.

“Tahun lalu kami sudah mengunjungi dua sekolah tersebut. Nah, kemarin itu melakukan verifikasi sekolah safety riding yang pernah diberikan ke murid-murid. Apakah mereka masih mempraktikan pelatihan dari kami?” jelas Suko Edi.

Mau Tahu Info Lainnya Yuk Ikuti
https://www.facebook.com/hondamotorjateng">Facebook Honda Motor Jateng
https://www.instagram.com/hondajateng/">Instagram @HondaJateng
https://www.youtube.com/channel/UCJOKlXJsD-wj5mBMQddqJpg/featured">Youtube Honda Jateng

Dalam keteranganya, Suko Edi menjelaskan kedua sekolah masih tertib dan mampu mempraktikan safety riding dengan baik. Di sela-sela acara, Suko Edi juga mengangkat isu peraturan keselamatan dimasukkan menjadi peraturan resmi sekolah khususnya SMK.

“SMK ini kan untuk mencetak pekerja bagi industri. Kalau di industri kan sudah ada aturan pasti tentang keselamatan pegawai. Aturan itu harusnya juga ada di sekolah, khususnya SMK. Kalau dari sekolah mereka sudah dikenalkan dengan aturan keselamatan, makan nanti saat menjadi pekerja, para penerus bangsa ini bisa menghargai atau setidaknya sudah paham tentang keselamatan kerja,” tambah Suko Edi.

Sebagai sebuah progres dibanding tahun lalu, acara tersebut juga mewacanakan lingkungan aman di dua sekolah tersebut. “Kami juga mengusahakan untuk menciptakan lingkungan aman. Caranya memberi rambu parkir, kecepatan maksimal, dan rambu-rambu petunjuk lainnya,” imbuh Suko Edi.

 

 

 

 

Tokopedia