Kecelakaan Fatal, Mobil Autopilot Tesla Makan Korban

Ilustrasi Tesla Model X. (Istimewa - AliExpress.co.uk)
03 April 2018 05:45 WIB Jafar Sodiq Assegaf Otomotif Share :

Solopos.com, NEW YORK - Produsen mobil listrik Tesla mengkonfirmasi keterlibatan sistem autopilot pada kendaraannya dalam kecelakaan fatal yang menewaskan seorang pengemudi pekan lalu. Mobil Tesla Model X bertabrakan dengan pembatas jalan tol di dekat kota Mountain View, California, pada 23 Maret lalu. Mobil itu terbakar sebelum dihantam oleh dua mobil lainnya.

Sebagian besar pabrikan otomotif terus menggenjot pengembangan mobil swakemudi, salah satunya Tesla. Sayang, kabar kurang sedap harus menimpa pabrikan mobil asal Amerika Serikat (AS) ini, dimana Tesla Model X mengalami kecelakaan yang memakan korban.

Tokopedia

Kecelakaan terjadi ketika fitur swakemudi dalam keadaan aktif. Alhasil, Tesla harus kehilangan penguji sekaligus insinyur Apple, Walter Wong yang menghembuskan nafas terakhir saat itu.

Menurut pernyataan perusahaan, sebelum terjadi kecelakaan, fitur swakemudi sudah memberikan sinyal kepada pengemudi. Hanya saja data yang ada menunjukkan Wong tidak memberikan respon. "Pengemudi memiliki sekitar lima detik dan jarak 150 meter sebelum menabrak beton pembatas. Sayang, tidak ada tindakan yang diambil pengemudi," ujar Tesla, Senin (2/4/2018).

Kecelakaan yang merenggut nyawa ini pun langsung mendapat perhatian dari The National Highway Traffic Safety Administration (badan keamanan lalu lintas di Amerika Serikat). Investigasi juga segera dilakukan, namun belum ada pernyataan resmi mengenai kecelakaan yang melibatkan mobil listrik tersebut.

Kecelakaan mobil swakemudi yang merenggut korban jiwa sebenarnya bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, mobil milik Uber juga mengalami kecelakaan pertama yang menelan korban.