Tips Astra Motor Jateng: Rem Depan atau Belakang Motor, Mana Lebih Efektif?

Ilustrasi mengerem (Istimewa/Astra Motor Jateng)
11 April 2018 10:20 WIB Muhammad Rizal Fikri Otomotif Share :

Solopos.com, SOLO – Pengereman merupakan salah satu teknik penting dalam penggunaan sepeda motor. Asal-asalan saat mengerem, bisa jadi bukan selamat yang didapat, tapi nasib buruk. Untuk diketahui, rem roda belakang dan roda depan masing-masing memiliki fungsi tersendiri. Rem roda manakah yang lebih efektif?

Fungsi rem di sepeda motor adalah untuk menurunkan laju atau kecepatan kendaraan. Menurut Supervisor Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, Oke Desiyanto, mengerem bukan untuk menghentikan sepeda motor. Kendaraan akan berhenti melalui pengereman yang mengurangi kecepatan sepeda motor secara bertahan dan terus menerus.

“Rem merupakan satu-satunya perangkat yang berfungsi mengurangi kecepatan secara terkontrol. Hal itu membuat fungsi rem sangat penting,” tambah Oke, seperti tertulis dalam rilis yang diterima Solopos.com, Jumat (6/4/2018).

Saat dilakukan pengereman, akan terjadi kelembaman atau inersia yang menyebabkan berat sepeda motor dan pengendara terfokus di bagian depan. Hal ini menyebabkan beban yang diterima ban depan sepeda motor lebih besar dan kontak ban depan dengan aspal akan bertambah. Sebaliknya, saat dilakukan pengereman, beban di ban belakang akan berkurang serta luas penampang ban yang kontak langsung dengan aspal pun berkurang.

Apabila teori tersebut dihubungkan dengan pengereman, rem belakang lebih efektif saat digunakan hanya untuk menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan. Untuk pengereman kuat agar sampai kendaraan berhenti, lebih baik gunakan rem depan dan belakang secara bersamaan. Penjelasan lebih detailnya simak di bawah ini:

1. Mengerem untuk menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan.
Gunakan rem belakang saja, sembari tetap fokus untuk mengontrol arah kendaraan. Untuk menguasai pengereman diperlukan latihan dan insting yang baik. Berdasarkan teori kelembaman yang sudah dijelaskan sebelumnya, rem belakang yang digunakan saat kendaraan melaju cukup kencang tidak akan membuat kendaraan berhenti. Berkurangnya berat yang bertumpu di ban belakang membuat sepeda motor tetap bergerak meski roda belakang berhenti. Buruknya, hal itu bisa menyebabkan selip atau mengepot. Pengendara amatir bisa saja terpelanting

2. Mengerem untuk menyebabkan kendaraan berhenti.
Di kondisi saat dibutuhkan pengereman kuat, gunakan dua rem sekaligus dengan catatan menekan lebih kuat rem depan. Usahakan menekan tuas rem secara bertahap, gunakan seluruh jemari saat hendak melakukan pengereman kuat. Luas kontak ban yang lebih luas dengan aspal akan memberikan kekuatan lebih sehingga pengereman lebih efektif.
Pentingnya menekan rem depan secara bertahap adalah untuk menghindari roda belakang terangkat. Meski ban depan memiliki daya cengkeram lebih kuat dari ban belakang, setiap ban memilik batas maksimal. Pengereman yang terlalu cepat atau mendadak bisa mengakibatkan roda belakang terangkat atau ban depan kehilangan cengkraman dengan aspal. Saat mengerem depan pastikan gas tangan tertutup, sedangkan saat kendaraan akan berhenti biasakan turun dengan kaki kiri terlebih dahulu.

Terlepas dari semua tips dan teori di atas. Lebih baik Anda cari aman saat mengendarai sepeda motor. Taati semua peraturan yang berlaku, gunakan perangkat pengamanan berkendara sesuai fungsinya.

Tokopedia