Fuso Kuasai Pasar, Mitsubishi Gandeng Leverate Media

Mobil Fuso Mitsubishi. (Istimewa)
09 Juni 2018 14:10 WIB Newswire Otomotif Share :

Solopos.com, JAKARTA - Distributor resmi Mitsubishi Fuso di Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian (KTB) Motors, menggandeng Leverate Media sebagai Media Buying Agency terbaru. Melalui kerja sama ini Mitsubishi Fuso ditargetkan mampu memimpin lebih jauh di pasar kendaraan niaga setelah menguasai 45 persen pangsa pasar pada 2017.

Leverate Media ditunjuk setelah melewati proses seleksi yang berlangsung ketat pada April 2018. Leverate Media adalah Media Agency yang independen serta berpengalaman menangani berbagai brand besar baik lokal maupun internasional.

"Pada dasarnya performa penjualan Mitsubishi Fuso di tanah air selalu berada di posisi yang meyakinkan," ucap Head of Public Relations Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation Puja Hatigoran dalam keterangannya, seperti dilansir Antara, Rabu (6/6/2018).

"Akan tetapi, untuk periode ini kami berusaha mendorong performa tersebut ke level yang lebih tinggi dengan berbagai penyesuaian termasuk menggandeng Leverate Media sebagai partner baru kami untuk memaksimalkan program yang akan berjalan melalui promosi media online dan offline," sambung dia.

Leverate Media optimistis dengan target yang ditetapkan karena memiliki bekal pengalaman menangani kampanye dari klien lokal maupun internasional, terutama di bidang otomotif.

"Leverate sangat bangga dapat bekerjasama dengan Mitsubishi Fuso dan mendukung target perusahaan yang ambisius untuk lebih berkembang di pasar Indonesia," kata Vice President Media Consulting Leverate Media Meutia Adryana.

"Kerja sama ini merupakan sebuah ajang pembuktian bagaimana Leverate Media bisa memaksimalkan dan meningkatkan efektivitas program marketing dengan budget yang tersedia," katanya.

Mitsubishi Fuso merupakan jenis kendaraan niaga kelas light-medium yang masuk ke pasar Indonesia pada 1970 di bawah bendera PT New Marwa sebagai distributor tunggal Mitsubishi Indonesia.

Pada tahun 1973, PT New Marwa kemudian berganti nama menjadi PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) dan hingga saat ini, KTB didukung 229 jaringan dealer di seluruh Indonesia.

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) mengatakan pada Kamis (7/6) bahwa pengemudi Tesla yang memakai fitur "autopilot" dalam kecelakaan fatal di California, Maret lalu, tidak menempatkan tangannya di setir kemudi selama enam detik sebelum kecelakaan terjadi.
Mobil Tesla Model X bertabrakan dengan pembatas jalan tol di dekat kota Mountain View, California, pada 23 Maret lalu. Mobil itu terbakar sebelum dihantam oleh dua mobil lainnya.
NTSB mengatakan pada laporan awal bahwa pengemudi telah diberi dua kali peringatan visual dan satu peringatan suara untuk menempatkan tangannya di atas setir dalam perjalanan.
Laporan juga mengatakan bahwa mobil listrik itu melaju dari 99 km per jam hingga 114 km per jam dalam tiga detik sebelum kecelakaan itu.
Lima hari setelah kecelakaan, baterai mobil bertegangan tinggi itu menyala kembali dan mengeluarkan api sebelum ditangani petugas pemadam kebakaran setempat, demikian Reuters.

Tokopedia

Sumber : Antara