Investigasi Kecelakaan Mobil Swakemudi Tesla Akhirnya Terungkap

Ilustrasi mobil Swakemudi Tesla. (Istimewa)
11 Juni 2018 05:09 WIB Newswire Otomotif Share :

Solopos.com, NEW YORK - Beberapa waktu belakangan ini menjadi masa sulit bagi mobil swakemudi Tesla khususnya dengan fitur Autopilot. Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) mengungkap penyelidikan awal dari kecelakaan fatal Tesla Model X, yang terjadi pada Maret lalu.

Dilansir Cnet, Sabtu (9/6/2018), hasil awal dari investigasi NTSB telah dirilis, dan mereka memprihatinkan. Khususnya, data dari kendaraan yang terlibat kecelakaan, menunjukkan bahwa pengemudi memiliki tangannya di kemudi tiga kali dalam 60 detik menjelang kecelakaan itu, tetapi selama enam detik terakhir, tangannya tidak ada di kemudi.

Hal menarik lainnya adalah bahwa Autopilot telah berjalan dengan kecepatan 65 mil per jam, kemudian mulai mengarahkan ke kiri ke arah kecelakaan attenuator dan kecepatan pun meningkat menjadi lebih dari 70 mph.

Attenuator kecelakaan sudah rusak parah akibat insiden lalu lintas sebelumnya dan ini kemungkinan meningkatkan jumlah kerusakan pada Tesla dan pengemudinya, yang mengalami luka-luka.

Meskipun begitu, perlu dicatat bahwa fitur Autopilot telah banyak dilakukan pembaruan sejak kecelakaan Maret lalu. Sehingga perangkat lunak Model X versi Walter Huang tidak lagi digunakan.

Sementara teknologi di belakang sistem bantuan pengemudi canggih seperti Autopilot luar biasa, dan sistem itu sendiri sangat membantu dalam banyak situasi. Penting untuk diingat bahwa tidak ada yang sempurna dan bahwa pengemudi yang memanfaatkannya perlu tetap penuh perhatian dan siap untuk kembali terlibat pada saat itu juga, untuk keselamatan mereka dan keselamatan orang lain.

Sayang, juru bicara Tesla menolak mengomentari temuan NTSB tersebut. 

Tokopedia

Sumber : Suara