5 Persiapan Mudik Pakai Sepeda Motor

Pemudik bersepeda motor di jalur jalan pantura Jawa. (Antara/Dedhez Anggara)
14 Juni 2018 00:45 WIB Muhammad Rizal Fikri Otomotif Share :

Solopos.com, SOLO – Mudik ke kampung halaman dengan sepeda motor adalah tantangan tersendiri. Biasanya, orang-orang akan memfokuskan persiapan ke sepeda motor yang akan dibawa. Hal itu memang benar, namun, persiapan seharusnya tak berhenti sampai di sepeda motor saja. Beberapa hal dari sisi pengendara pun harus dipersiapkan secara matang.

Berdasarkan rilis yang diterima Solopos.com, Rabu (13/6/2018), Safety Riding Supervisor Astra Motor Jateng, Oke Desiyanto mengungkap bahwa sebenarnya mudik jarak jauh menggunakan sepeda motor tidak dianjurkan. Karena, dari segi safety riding pengendara sepeda motor bisa optimal waspada saat berkendara hanya selama dua jam.

Tokopedia

“Setiap dua jam pengendara perlu berhenti dan beristirahat untuk mengembalikan stamina yang terkuras. Selain itu juga untuk menghilangkan rasa kantuk,” jelas Oke.

Apabila dari segi mesin dan fungsi-fungsi sepeda motor sudah dipastikan siap diajak mudik. Maka pengendara harus mempersiapkan lima hal pendukung yang bisa dipraktikkan oleh pengendara sehingga mudik lebih lancar dan menyenangkan. Lima hal tersebut antara lain;

1. Rencanakan secara matang

Buat perencanaan mulai dari waktu berangkat, rute yang dilalui, hingga titik-titik berhenti untuk istirahat. Cari informasi mengenai kondisi dan situasi jalan. Perbarui informasi terkait pengalihan arus, daerah rawan kecelakaan, hingga prakiraan cuaca terbaru. Jangan lupa catat nomor-nomor penting yang bisa dihubungi di saat-saat darurat.

2. Fisik

Persiapkan fisik secara disiplin. Hindari konsumsi kafein berlebihan. Tidur yang cukup. Apabila Anda masih niat berpuasa, perbanyak konsumsi air putih saat sahur. Makan malam dan sahur dengan menu bergizi, apabila diperlukan konsumsi suplemen atau vitamin. Siapkan obat-obatan untuk kebutuhan pribadi dan keluarga.

3. Barang Bawaan

Pemudik dengan sepeda motor sebenarnya hanya dianjurkan membawa barang untuk kebutuhan perjalanan. Namun, apabila ada oleh-oleh atau baju ganti yang harus dibawa untuk di kampung halaman, pastikan lebar bawaan tidak lebih lebar dari setang dan tidak lebih panjang dari sepeda motor.

4. Emosi dan Mental

Dalam istilah safety riding, ada teori yang disebut defensive rider. Hal itu berarti pengendara yang cenderung mengalah, sabar, dan saling menghormati sesama pengguna jalan. Defensive riding disarankan saat mudik bersepeda motor. Hindari kebut-kebutan dan saling berebut jalur di jalan padat pengendara.

5. Perlengkapan

Helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu adalah perlengkapan wajib bagi pengendara dan pembonceng. Terlepas dari alat-alat itu, akan lebih baik kalau Anda bisa menyiapkan pelindung dada, siku, dan lutut.

Bagasi diisi dengan peralatan darurat sederhana baik untuk motor atau untuk pengendara. Siapkan uang tunai secukupnya. Untuk SIM dan STNK lebih baik dibungkus bahan tahan air. Simpan berkas-berkas itu di tempat yang mudah terpantau dan tidak mudah dicuri.

“Yang paling penting dari semua itu, awali perjalanan dengan berdoa supaya diberi kelancaran selama berkendara. Jangan lupaberi kabar sanak saudara yang sudah menunggu di tempat tujuan,” tutup Oke.