Pengemudi Kurang Tidur Rentan Kecelakaan

Ilustrasi pengemudi kurang tidur (Pictagram)
20 Juni 2018 04:10 WIB Chelin Indra Sushmita Otomotif Share :

Solopos.com, SOLO – Menempuh perjalanan jauh dengan berkendara tentu sangat melelahkan. Tak jarang, seorang pengemudi rela kehilangan waktu tidur demi sampai di tujuan dengan lebih cepat. Padahal, pengemudi yang kurang tidur berpeluang mengalami kecelakaan.

Hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh Foundation for Traffic Safety American Automobile Association (AAA) seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/6/2018), mengungkap bahwa pengemudi yang kurang tidur selama tiga ampai empat jam dalam sehari rentan mengalami kecelakaan. Sebab, kondisi tubuhnya sama dengan pengendara yang menyetir dalam kondisi mabuk.

Sebelumnya, penelitian yang dilakukan terhadap lebih dari 4.500 kasus kecelakaan di Amerika Serikat menerangkan pengemudi yang tidur di bawah tujuh jam per hari berisiko mengalami kecelakaan karena mengantuk. "Pengemudi yang kurang tidur tidak mampu berkendara dengan baik. Jadi, pastikan kondisi fisik benar-benar fit sebelum melakoni perjalanan jauh," saran David Yang, Direktur Eksekutif Trafic Safety AAA.

David Yang menambahkan, risiko kecelakaan seorang pengemudi kurang tidur sama dengan yang mengonsumsi alkohol berlebihan. Berdasarkan catatan AAA, sebanyak 20 persen kecelakaan fatal di Amerika Serikat terjadi akibat pengemudi kurang tidur.

Tanda seorang pengemudi yang kurang tidur terlihat dari cara berkendara yang sering keluar jalur. Selain itu, pengemudi yang mengantuk biasanya tidak fokus dan sering lupa jalan yang hendak dilalui. "Pengemudi sebaiknya beristirahat setiap dua jam sekali atau setelah menempuh jarak sekitar 160 kilometer jika melakukan perjalanan jauh. Istirahatkan badan di tempat yang nyaman agar tubuh kembali bugar dan siap melanjutkan perjalanan," terang David Yang.

 

Tokopedia