Harga Motor Honda Rata-Rata Naik Rp100.000

Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor (AHM) Johannes Loman. - Bisnis.com
16 Juli 2018 09:30 WIB Yudi Supriyanto Otomotif Share :

Solopos.com, JAKARTA — Melemahnya rupiah dan menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) membawa dampak ke sejumlah sektor. Tidak hanya para pemain industri otomotif kendaraan roda empat, para pemain industri sepeda motor juga mulai melakukan penyesuaian harga seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah yang mendongkrak biaya bahan baku produksi.

Marketing Director PT Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya mengungkapkan bahwa penyesuaian harga jual sepeda motor Honda sudah mulai dilakukan sejak awal semester kedua ini.

“Kami per Juli sudah naik di beberapa tipe matik tertentu. Faktornya nilai tukar dan material cost. [Rata-rata kenaikannya] Rp100.000,” kata Thomas di Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Namun, AHM yang memimpin pasar sepeda motor Indonesia dengan penguasaan pasar hingga 70% itu belum mengubah target volume penjualan di pengujung tahun dengan kondisi pelemahan nilai tukar, peningkatan biaya produksi, dan peningkatan suku bunga.

AHM menargerkan dapat menjual kendaraan roda duanya pada kisaran 4,4 juta—4,6 juta unit jika pasar berada pada kisaran 6,1 juta—6,2 juta unit.

Saat ini, perusahaan masih dalam posisi memantau kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat dengan adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan peningkatan suku bunga acuan Bank Indonesia.

Menurutya, pasar kendaraan sepeda motor masih cukup positif jika melihat pencapaian hingga sebelum Lebaran, dan tidak menutup kemungkinan jumlah kendaraan roda dua seluruh merek dalam daftar AISI  yang terjual di dalam negeri dapat mencapai 6,1 juta—6,2 juta unit di penghujung tahun.

“Tetapi dengan melihat beberapa minggu terakhir, kita masih lihat kondisi, terutama kayak nilai tukar rupiah dan suku bunga,” katanya.

Berdasarkan data AISI, Honda tercatat melakukan distribusi sebanyak 2,2 juta unit pada enam bulan pertama tahun ini. Distribusi Honda tersebut membuatnya berkontribusi hingga 74,46% terhadap total distribusi dalam daftar AISI, yakni 3 juta unit pada Januari—Juni 2018.

Penjualan ke dealer Honda pada enam bulan pertama tahun ini lebih tinggi 11,46% dibandingkan dengan penjualan pada periode yang sama tahun lalu, yakni 2 juta unit.

Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI, sebelumnya mengungkapkan bahwa peningkatan distribusi kendaraan roda dua sebesar 11,19% pada semester pertama tahun ini tidak terlepas dari peningkatan daya beli masyarakat dari Januari sampai Juni 2018.

Peningkatan daya saing masyarakat selama semester pertama dapat terjadi lantaran sektor formal dan informal mengalami perbaikan pada Januari—Juni 2018 seperti harga komoditas yang stabil, hasil panen yang tidak mundur jauh, serta pembangunan infrastruktur.

“Membaik karena sekor formal dan informal bagus. Banyak pembangunan infrastruktur yang lagi dikerjakan, termasuk airport di Jawa Barat dan Jawa Tengah,” katanya.

Pertumbuhan distribusi semester pertama tahun ini akan mengalami tantangan pada semester kedua tahun ini lantaran terdapat beberapa faktor seperti perang dagang antara Amerika Serikat dengan China, pelemahan nilai mata uang, dan kenaikan suku bunga.

Tokopedia