Angka Penjualan Wuling di Soloraya Terkerek Signifikan

Salah satu produk Wuling dipamerkan di dealer Wuling Motor di Kartasura, Kamis (19/7 - 2018). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)
22 Juli 2018 08:40 WIB Farida Trisnaningtyas Otomotif Share :

Solopos.com, SOLO — PT Automobil Jaya Mandiri mencatat penjualan Wuling positif setelah setahun diluncurkan. Angka penjualan pun terkerek signifikan yang semula 10-15 unit menjadi 20-30 unit per bulan di area Soloraya. Dua produk andalannya, yakni Confero dan Cortez.

Sales Supervisor PT Automobil Jaya Mandiri, Sudarmadji, menilai respons masyarakat bagus. Hal ini dilihat dari tingkat kepuasan pelanggan saat awal melakukan tes drive pada mobil kelas MPV dengan harga di bawah rata-rata, tapi memiliki fasilitas jempolan.

“Pada 2018 ini kami target 360 unit untuk Confero. Di semester pertama ini pencapaian sudah 60%. Apalagi November nanti ada peluncuran mobil segmen SUV baru sehingga kami optimistis angka penjualan bisa terkerek,” tuturnya, kepada Solopos.com, Sabtu (21/7/2018).

Menurutnya, banyak customer yang sudah memesan produk otomotif pabrikan Jepang, tetapi mereka kemudian beralih ke Wuling setelah melihat harga serta fasilitas yang ditawarkan. Terlebih kini pelanggan hanya menunggu paling lama satu bulan untuk bisa mendapatkan produk otomotif buatan China ini.

Di sisi lain, Cortez yang baru launching Februari lalu juga langsung mendapat pasar. Pihaknya mencatat angka penjualan Cortez ini mencapai 10 unit per bulan. Ia pun menargetkan penjualan bisa naik 35-40 unit pada semester kedua ini. Nantinya segmen SUV yang diluncurkan dijamin bakal jadi gebrakan serta mampu bersaing dengan merek lain yang dibanderol dengan harga lebih tinggi.

Sebelumnya, saat ini Wuling sudah memproduksi sekitar 120 unit per hari secara nasional. PT Automobil Jaya Mandiri menargetkan tahun ini menjual 3.000 unit dalam setahun di Jawa Tengah. Jumlah tersebut diharapkan akan naik 10% per tahunnya.

“Produk Wuling memiliki kualitas lebih unggul dibandingkan produk merek lain di kelasnya. Bahkan harganya lebih rendah dibandingkan produk lain di kelasnya. Namun demikian, soal fasilitas kami bisa bersaing ketat,” jelasnya.