Honda Modif Contest 2018, Ajang Modifikator Jateng Salurkan Karya

Salah satu model di salah satu stand Honda Modif Contest (HMC) 2018 putaran terakhir di De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, Jateng. Minggu (28/10 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
01 November 2018 23:10 WIB Bayu Jatmiko Adi Otomotif Share :

Soloposcom, KARANGANYAR — Cukup lama Muhammad Adrian, 17, berdiri di hadapan jajaran sepeda motor peserta Honda Modif Contest (HMC) 2018, free for all (FFA), di De Tjolomdoe, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (28/10/2018). Tatapannya tertuju pada salah satu sepeda motor cub warna hijau muda yang telah dirombak hampir secara keseluruhan.

Bersama temannya, dia terlihat mengamati hampir semua bagian motor. Lalu tangannya juga menunjuk beberapa bagian dan membandingkan dengan sepeda motor lainnya yang ada di sebelah sepeda motor hijau itu.

Sepeda motor yang diikutsertakan dalam Honda Modif Contest (HMC) 2018 putaran terakhir di De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, Jateng. Minggu (28/10 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)

"Menarik. Cukup ekstrem. Untuk mesinnya sepertinya ini Grand atau Astrea. Kemudian untuk bagian shock dibuat mode chopper. Persneling diganti persneling tangan," kata dia sambil menunjuk kendaraan yang dimaksud saat berbincang dengan Solopos, Minggu.

Pria warga Kota Solo tersebut mengaku suka dengan dunia custom atau modifikasi kendaraan. Datang dan menyaksikan HMC 2018 merupakan hiburan tersendiri baginya. Selain itu, dia bisa melihat tren modifikasi yang saat ini ada.

Baginya, kendaraan yang telah dimodifikasi memiliki nilai tersendiri. Selain bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan pemilik kendaraan, juga bisa untuk kebutuhan artistik. "Tentu akan berbeda dengan kendaraan pada umumnya," lanjut dia.

Ada banyak kreasi baru yang disuguhkan pada HMC 2018 Jateng. Selain kendaraan yang dimodifikasi dengan material pada umumnya, ada juga yang didesain dengan bahan kayu pada bagian bodi. Total ada 182 kendaraan dari peserta yang ikut dalam ajang HMC 2018 di De Tjolomadoe tersebut.

Salah satu acara seru di Honda Modif Contest (HMC) 2018 putaran terakhir di De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, Jateng. Minggu (28/10 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)

HMC merupakan ajang modifikasi bergengsi yang menjadi event tahunan yang diadakan oleh Honda. Pelaksanaan di De Tjolomadoe merupakan gelaran seri Jateng yang menjadi putaran terakhir untuk HMC 2018.

HMC 2018 seri Jateng diselenggarakan oleh Main Dealer Astra Motor Jateng. Gelaran tersebut membuka sembilan kelas perlombaan bagi para modifikator, di antaranya adalah Matic Stock/Bolt On, Matic & Cub Advance, Sport Naked, Sport Fairing, Sticker/Decals, Racing Style, Community Touring untuk kategori sepeda motor dengan produksi di atas tahun 2006, serta All Stock & Advance untuk sepeda motor produksi di bawah tahun 2006. Ada juga kelas FFA untuk kategori skutik, cub dan sport Honda untuk seluruh tahun produksi.

Ajang yang digelar Astra Motor Jateng itu dimeriahkan dengan beragam kegiatan menarik, di antaranya ada riding test, beragam games interaktif yang melibatkan komunitas Honda, photo competition, serta skateboard dan BMX competition.

Selain itu, ada pula kampanye safety riding melalui berbagai aktivitas bertajuk #Cari_aman, di antaranya Helmet Painting Contest, Cari Aman Graffity Contest, serta Cari Aman Photobooth Contest. Terdapat gerai barber ride yang mana pengunjung dapat merasakan sensasi mencukur rambut di atas sepeda motor Honda dan menyalurkan kesukaannya pada dunia balap di area untuk Mini MotoGP challenge. Hiburan musik dari grup Rockustik, Inarifox, dan Fstvlst juga mewarnai ajang tersebut.

Salah satu juri untuk HMC 2018, Aong Ulinnuha dari tabloid Motor Plus, mengatakan hal yang berbeda dari pelaksanaan HMC 2018 di Jateng tersebut adalah tentang minat peserta dalam kelas yang dibuka.

"Paling berbeda dari kota lain, ketika suatu kelas banyak diikuti, di sini justru sedikit. Misalnya kelas bolt on, di kota lain pasti nomor satu, di sini nomor empat. Di sini sukanya modifikasinya yang bukan sekedar menempel barang [aksesori] tapi total. Kalau kota lain menempel variasi itu banyak. Jadi terbalik, kelas yang paling gampang itu sedikit peminatnya," kata dia saat berbincang dengan wartawan di lokasi acara.

Juri lain, Hidayat Priyo Wibowo dari Retro Syndicate Jogja, mengungkapkan pilihan kelas lomba dari HMC 2018 yang digelar di Karanganyar menunjukkan jika grade modifikator di Solo dan sekitarnya ini sudah lebih baik dari kota lain. "Mereka sudah melihat konsep, desain dan yang lain. Serta tidak hanya menggararap aksesori, tapi sudah masuk main part seperti frame," kata dia.