Karyawan Klinik di Semarang Ini Dibekali Pelatihan Safety Riding

Pelatihan safety riding di kantor pusat Klinik Cito, Jl. Indraprasta, Pendrikan Lor, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jateng, Kamis (6/12 - 2018). (Istimewa)
07 Desember 2018 22:40 WIB Ginanjar Saputra Otomotif Share :

Solopos.com, SOLO — Tim Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah (Jateng) kembali berbagi ilmu terkait safety riding atau keselamatan berkendara kepada masyarakat. Kali ini, giliran karyawan di salah satu klinik kesehatan di Kota Semarang, Jateng, yaitu Klinik Cito, yang mendapatkan pelatihan safety riding.

Pada pelatihan di kantor pusat Klinik Cito, Jl. Indraprasta, Pendrikan Lor, Kecamatan Semarang Tengah, Kamis (6/12/2018), dihadirkan pelatih dari Tim Safety Riding Astra Motor Jateng, Oke Desiyanto, Alfian Dian Pradana, Safety Riding Officer, dan Didik Darmanto.

Seperti biasanya, pelatihan dari Astra Motor Jateng itu dibagi dalam dua sesi, yaitu indoor dan outdoor. Pada sesi indoor, peserta diberikan teori mengenai keselamatan bekendara.

Pelatihan safety riding di kantor pusat Klinik Cito, Jl. Indraprasta, Pendrikan Lor, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jateng, Kamis (6/12/2018). (Istimewa)

Pada pemberan terori itu, salah satu peserta melontarkan pertanyaan yang menggelitik. Salah satu peserta itu menanyakan cara aman untuk menerjang banjir saat mengendarai sepeda motor.

Menjawab pertanyaan tersebut, Tim Safety Riding Astra Motor Jateng menegaskan tak ada cara aman untuk menerjang banjir saat mengendarai sepeda motor. Pasalnya, pengendara sepeda motor tak mampu mengetahui bahaya di depannya karena jalan tertutup air bah.

Pelatihan safety riding di kantor pusat Klinik Cito, Jl. Indraprasta, Pendrikan Lor, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jateng, Kamis (6/12/2018). (Istimewa)

Seusai pemberian teori, dilanjutkan sesi outdoor dengan praktik mengendarai sepeda motor dengan aman. Karyawakn sala satu klinik kesehatan di Kota Semarang itu diajarkan tujuh postur berkendara, teknik keseimbangan, teknik menikung, teknik berkendara di jalan tidak rata,teknik penegerman, dan teknik berboncengan.

Sebagai penutup acara, para peserta diberikan suatu tantangan keseimbangan dengan menggunakan narrowplank atau papan titian. Narrowplank atau papan titian mempunyai panjang 10 m, lebar 30 cm, dan tingginya 5 cm. Peserta yang mampu paling lama berkendara di atas narrowplank dengan kaki tidak boleh menyentuh tanah, kaki terangkat, dan tidak keluar dari lintasan menjadi pemenangnya.