SOLOPOS.COM - Ilustrasi. Mesin Milwaukee-Eight Harley Davidson. (Motorcyclenews.com)

Solopos.com, SOLO – Berikut ini cara menghitung cc atau cubic centimeter pada kendaraan, termasuk motor. Setiap jenis motor atau kendaraan memiliki informasi mengenai cc. Sebagai pengendara, kamu tentunya perlu mengetahui cara menghitung cc motor yang tepat agar bisa berkendara dengan nyaman.

Sayangnya masih banyak bikers atau pengendara yang tidak paham mengenai hal ini. Padahal ini merupakan informasi penting saat berkendara apalagi jika kamu ingin melakukan modifikasi pada motor tersebut.

Promosi Keturunan atau Lokal, Mereka Pembela Garuda di Dada

 

Mengapa Perlu Menghitung cc Motor?

Seperti dikutip dari laman Suzuki, cc merupakan istilah yang sangat umum dalam kendaraan bermotor. Ini merupakan salah satu indikator untuk menilai performa dan kekuatan kendaraan. Semakin besar cc yang dimiliki motor maka semakin besar juga tenaga yang dihasilkan.

Perlu diketahui bahwa setiap kendaraan atau motor memiliki ruang bakar berbentuk tabung dengan ukuran yang berbeda. Cc ini akan dipakai sebagai satuan untuk menyatakan ukuran ruang bakar atau volume ruang bakar tersebut.

Inilah yang menyebabkan kamu harus menggunakan rumus tabung saat menghitung cc motor. Biasanya saat membeli motor, kamu akan langsung mendapatkan informasi mengenai ukuran cc jadi tidak perlu lagi menghitungnya.

Namun situasi berubah ketika kamu merasa bahwa ukuran cc tersebut kurang bertenaga. Jika hal ini terjadi maka kamu perlu melakukan modifikasi agar tenaganya bisa lebih besar, misalnya dengan melakukan bore up dan stroke up.

Saat ingin melakukan modifikasi, perhitungan cc ini harus benar-benar dilakukan dengan teliti. Ini dilakukan agar kamu benar-benar tahu seberapa banyak perubahan yang akan diterapkan di ruang bakar tersebut.

Jika terjadi kesalahan saat menghitung cc sebelum modifikasi, maka ada beberapa akibat yang harus ditanggung. Misalnya saja performa mesin jadi tidak optimal, ada kebocoran, dan konsumsi bahan bakar jadi lebih boros.

Tentunya hal seperti ini akan sangat merugikan. Apalagi modifikasi motor itu tidak memakan biaya yang sedikit. Jika ternyata kondisi motor menurun setelah modifikasi maka bisa merasa kecewa.

 

Faktor Penentu cc Motor

Mengapa cc pada setiap motor bisa berbeda-beda? Ternyata ada beberapa faktor yang akan menentukan nilai cc tersebut. Besaran cc ini tidak dikeluarkan asal-asalan oleh pabrik yang memproduksi motor.

Jika cc motor dibuat kecil, biasanya motor tersebut didesain agar lebih hemat energi saat digunakan. Sebaliknya, apabila cc motor dibuat besar maka motor tersebut didesain untuk memiliki performa yang jauh lebih andal dan mantap saat digunakan.

Cc motor akan ditentukan oleh tujuan dari pemakaian motor itu sendiri. Kapasitas mesin akan dibuat mengikuti tujuan motor tersebut dan hal inilah yang berpengaruh pada besar kecilnya cc motor kamu.

Itulah mengapa kamu sebaiknya mengetahui besaran cc motor agar bisa menggunakannya dengan tepat. Apalagi jika kamu ingin melakukan modifikasi dan mengubah tujuan pemakaian motor secara spesifik.

 

Pilihan Cara Menghitung cc Motor

Ada beberapa pilihan cara yang bisa kamu terapkan jika ingin menghitung atau menentukan cc motor. Setiap cara ini bisa kamu terapkan sesuai dengan kondisi atau kemampuan.

Tidak ada salahnya juga untuk menggunakan lebih dari satu cara agar kamu bisa mendapatkan hasil yang akurat. Berikut adalah beberapa cara yang biasa digunakan saat menghitung cc motor:

 

Menghitung Kapasitas Mesin

Cara pertama yang bisa kamu gunakan untuk mengetahui cc motor adalah dengan menghitung kapasitas mesin. Rumus perhitungan ini akan menghasilkan informasi volume saat piston bergerak ke atas dari TMB menuju TMA.

Sebenarnya informasi mengenai volume ini dapat langsung diketahui jika kamu bertanya kepada teknisi. Umumnya mereka akan memakai rumus perhitungan 0,785 x (DXD) x L. Dalam hal ini D merupakan diameter piston sedangkan L adalah panjang stroke. Berikut ini contoh perhitungan yang bisa kamu jadikan referensi:

Jika panjang langkah dari sebuah motor adalah 62,2 mm dan diameter piston 63,5mm, maka perhitungannya sebagai berikut:

0,785 x (63,5 x 63,5) x 32,2 dan hasilnya adalah 196,88. Hasil ini bisa dibulatkan menjadi 200 sehingga dapat disimpulkan bahwa cc motor tersebut adalah 200 cc.

 

Hitung dengan Volume Tabung

Cara kedua yang bisa kamu gunakan adalah mengetahui cc motor dengan menghitung volume tabungnya. Dalam hal ini kamu bisa langsung menggunakan rumus volume tabung yaitu phi x (rxr) x t dan hasilnya dibagi 1000.

Phi itu sendiri merupakan sebuah nilai yaitu 3,14 dan r adalah jari-jari dari tabung sementara t merupakan tinggi stroke. Jika kamu sudah mendapatkan data dari masing-masing komponen tersebut maka perhitungannya akan lebih mudah.

Misalnya saja, kamu memiliki kendaraan dengan piston yang bore-nya adalah 58 mm dan stroke-nya adalah 58,7mm. Dari sini bisa diketahui bahwa r sebesar 29 mm sehingga perhitungannya menjadi 3,14 x (29 x 29) x 58,7, hasilnya 155,090.

Hasil perhitungan tadi kemudian dibagi dengan angka 1000 dan hasilnya adalah 155 cc. Perhitungannya cukup mudah asalkan kamu tahu angka dari masing-masing komponen yang dipakai dalam rumus tersebut.

 

Gunakan Bantuan Aplikasi

Di zaman modern seperti sekarang ini ternyata ada lagi cara mudah untuk menghitung cc motor. Ada aplikasi khusus yang bisa membantu kamu untuk melakukan hal ini dengan mudah dan cepat.

Jika dirasa sulit untuk melakukan perhitungan secara manual, maka kamu bisa langsung memakai aplikasi tersebut. Caranya mudah, langsung saja unduh aplikasinya dan masukkan data-data yang dibutuhkan.

Salah satu aplikasi yang bisa kamu gunakan untuk menghitung cc motor adalah Motorun Engine Tools. Cara ini juga bisa jadi pilihan untuk membuktikan apakah perhitungan manual tadi sudah betul atau ternyata masih kurang tepat.

Selain melakukan perhitungan sendiri, kamu juga sangat disarankan untuk berkonsultasi kepada ahlinya mengenai hal tersebut. Konsultasikan saja dulu agar kamu tidak melakukan kesalahan saat menghitung cc dan memodifikasinya.



 

Menghitung cc Motor dengan Dua Silinder atau Lebih

Kedua rumus yang sudah dibahas tadi merupakan cara untuk mengetahui cc motor jika menggunakan satu silinder. Caranya akan jadi berbeda jika motor kamu memakai dua silinder atau lebih.

Meskipun caranya berbeda, namun kamu tetap bisa memakai rumus yang sama yaitu rumus tabung silinder. Hanya saja kamu harus mengalikan dengan jumlah silinder, apakah itu dua atau empat.

Perubahan rumusnya bisa jadi seperti ini, phi x (rxr) x t x (2 atau 4 silinder). Jadi tinggal menyesuaikan saja dengan jumlah silinder yang ada di dalam motor agar kamu bisa tahu nilai cc-nya.

Perhitungan ini bisa saja kurang akurat namun paling tidak kamu bisa mengetahui cc motor berdasarkan volume tabung dan kapasitas mesin. Ini bisa dijadikan sebagai acuan dalam melakukan modifikasi agar tidak terjadi kesalahan yang fatal.

Cara menghitung cc motor ini bisa langsung kamu terapkan. Selanjutnya serahkan hasilnya kepada mekanik profesional agar mereka tahu apa yang harus dilakukan saat proses modifikasi. Klik di sini untuk informasi menarik tentang otomotif lainnya.







Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya