Oli Sintetis VS Mineral, Mana yang Terbaik?

Ilustrasi oli (Pinterest)
29 Januari 2019 03:00 WIB Chelin Indra Sushmita Otomotif Share :

Solopos.com, SOLO – Oli merupakan salah satu komponen penting dari kendaraan bermotor yang wajib diganti secara berkala. Minyak ini berfungsi melumasi mesin agar bekerja secara optimal. Ada dua jenis oli yang dijual bebas di pasaran, yakni sintetis dan mineral. Nah, manakah di antara dua jenis oli tersebut yang paling baik untuk merawat kendaraan?

Dikutip dari How Stuff Works, Senin (28/1/2019), oli mineral dibuat dari minyak bumi. Sementara oli sintesis diramu dari minyak bumi yang dicampur dengan bahan tertentu. Harga oli sintesis biasanya lebih mahal karena proses pembuatannya yang lebih rumit. Oli jenis ini mengandung zat tambahan yang membuatnya lebih bersih dan tahan pada suhu tinggi. Namun, tidak semua kendaraan cocok menggunakan oli jenis ini.

Oli sintetis biasanya lebih encer, sehingga tidak cocok dipakai untuk mesin kendaraan lama. Kendaraan lawas lebih aman menggunakan oli mineral. Lalu, kapan waktu terbaik mengganti oli kendaraan bermotor?

Pemilik kendaraan bermotor disarankan mengganti oli berdasarkan masa pakai atu jarak tempuh. Oli mobil sebaiknya diganti setiap enam bulan sekali atau setelah menempuh jarak sekitar 10.000 kilometer. Namun, untuk mobil yang menggunakan oli campuran mineral sebaiknya mengganti setelah menempuh jarak sekitar 5.000 kilometer.

Sementara oli sepeda motor sebaiknya diganti setiap dua bulan sekali atau setelah menempuh jarak 2.500-3.000 kilometer. Namun, aturan ini tidak bisa diberlakukan secara universal. Jika mesin kendaraan sudah tidak enak dipakai, sebaiknya segeralah ganti olinya.