Mitsubishi Setop Jualan Colt T, Suzuki Masih Percaya Diri dengan Carry

Pikap Suzuki Carry Superior White. (Istimewa - Suzuki)
20 Maret 2019 04:10 WIB Thomas Mola Otomotif Share :

Solopos.com, JAKARTA - Berbeda dengan Mitsubishi Motors yang menghentikan penjualan pikap Colt T120SS, gambar Carry baru ramai beredar di internet. Suzuki disebut tengah menyiapkan produk baru tersebut karena telah menjadi penopang penjualan Suzuki di Tanah Air.

4W Deputy Managing Director Suzuki Indomobil Sales (SIS) Setiawan Surya mengatakan, semua produk baru baik kendaraan penumpang ataupun pikap per April mendatang harus sudah memenuhi standar emisi Euro 4.

"Kalau bicara agreement itu adanya di corporate, kita di sini hanya menjahit saja. Bisa saja Mitsubishi punya pertimbangan lain, mungkin sekarang mau fokus ke kendaraan penumpang, bisa juga," ujarnya baru-baru ini.

Adapun, Suzuki dan Mitsubishi Motors bersama-sama membagi platform untuk pikap Suzuki Carry dan T120SS. Mitsubishi memutuskan berhenti memproduksi T120SS dan bakal fokus untuk memasarkan produk sendiri yakni L300 yang bermesin diesel.

Setiawan menyebutkan, hingga sejauh ini Suzuki masih memasarkan model Carry. Sepanjang 2018, penjualan Carry dan Mega Carry pada segmen pikap sangat baik dengan raihan wholesales sebanyak 55.267 unit atau merajai pikap dengan pangsa 51% dari total pasar pikap.

Menanggapi beredarnya gambar Carry baru di media sosial, dia enggan berkomentar dan menjanjikan jika ada produk baru pasti akan diperkenalkan secara resmi. Suzuki juga dikabarkan akan memperkenalkan produk itu pada pameran Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2019 pada 25 April-5 Mei 2019 mendatang.

"Nunggu yang benar saja, nanti diinfokan lagi. Kami masih fokus yang lama kok sampai sekarang," paparnya.

Seperti diketahui, pikap bermesin bensin mendapatkan dispensasi pemberlakuan Euro 4 hingga April 2019. Pemberlakuan Euro 4 sendiri sejatinya telah dimulai pada Oktober 2018, setelah pada GIIAS 2018 (Agustus) dideklarasikan secara resmi untuk kendaraan bermesin bensin.

Setiawan menjelaskan, semua produk baru ke depan baik kendaraan penumpang ataupun pikap akan memenuhi standar emisi Euro 4. Menurutnya, pasar pikap tahun ini masih sangat baik karena pikap merupakan kendaraan untuk aktivitas bisnis di mana jika ekonomi stabil, pelaku usaha akan membeli pikap.

"Kami masih optimis karena pikap itu salah satu indikator putaran ekonomi. Kalau kendaraan penumpang, orang bisa nahan beli, kalau pikap orang gak mungkin beli pikap untuk jalan-jalan. Mudah-mudahan ke depan ekonomi tetap tumbuh, politik aman, sehingga tumbuh," paparnya.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat selama 2 bulan pertama 2019, penjualan pikap nasional sebanyak 24.209 unit, turun 5% dibadingkan periode yang sama 2018.

Selama 2 bulan pertama itu Suzuki tercatat mampu mamasarkan pikap sebanyak 10.175 unit atau meraih pangsa sebesar42% dari total pasar pikap 2 bulan pertama 2019. Penjualan pikap Suzuki itu terdiri dari model APV PU sebanyak 2.142 unit dan Carry sebanyak 8.033 unit.