Gojek Tekejut Jadi Startup Decacorn Pertama di Indonesia

Ilustrasi ojek online (go/jek.com)
06 April 2019 02:10 WIB Newswire Otomotif Share :

Solopos.com, JAKARTA - Gojek dinobatkan sebagai startup pertama dari Indonesia yang masuk ke jajaran decacorn, julukan untuk perusahaan-perusahaan rintisan yang memiliki valuasi di atas 10 miliar dolar Amerika Serikat (sekitar Rp 141,5 triliun).

CBInsight, perusahaan analis asal New York Amerika Serikat yang fokus pada perkembangan startup dunia, dalam laporan terbarunya bertajuk The Global Unicorn Club, menunjukkan bahwa Gojek duduk di urutan 19 daftar perusahaan rintisan dengan valuasi tertinggi di dunia.

Menanggapi kabar itu, Gojek sendiri mengaku terkejut. Meski demikian, perusahaan yang didirikan oleh Nadiem Makarim itu mengatakan bahwa laporan CBInsight bukti kesuksesan perusahaan.

"Kami baru mendengar mengenai kabar tersebut dan bersyukur ada lembaga independen yang memvalidasi kesuksesan kami dalam meningkatkan nilai perusahaan, tanpa kami perlu membuat pengumuman," kata Nila Marita, Chief of Corporate Affairs Gojek Group.

Lebih lanjut Nila mengatakan bahwa pengakuan dari CBInsight itu bukti bahwa Gojek makin dipercaya oleh investor. "Kesuksesan layanan platform on-demand Gojek tercermin dari semakin kuatnya minat dan kepercayaan investor terhadap misi, pertumbuhan serta dampak ekonomi dan sosial Gojek yang semakin besar dari waktu ke waktu," tutur Nila.

Gojek, yang didirikan pada 2010, telah menerima sokongan modal dari sejumlah perusahaan raksasa seperti Google, Tencent, Temasek, dan Astra Internasional.

Pada triwulan pertama 2019, Gojek disebut telah mendapat suntikan modal senilai 1 miliar dolar AS. Sementara di 2018, Gojek menerima kucuran dana senilai 1,5 miliar dolar AS.

Dalam laporan CBInsight, Gojek memang masih kalah dari rivalnya Grab, perusahaan rintisan asal Singapura yang memiliki valuasi 11 miliar dolar AS. Di bisnis sejenis, Uber berada di urutan teratas dengan valuasi 72 miliar dolar AS.

Tetapi di Indonesia, kata Nila yang mengutip sebuah data sebuah platform global yang menganalisis penggunaan aplikasi mobile sedunia, Gojek memiliki pangsa pasar tertinggi di antara penyedia layanan e-commerce dilihat dari rata-rata pengguna aktif aplikasi per minggu.

"Jumlah pengguna aktif Gojek per pekan bahkan 55 persen lebih tinggi dibandingkan dengan aplikasi sejenis di Indonesia," jelas dia.

Tak mau berpuas diri, Nila mengatakan bahwa Gojek kini fokus memperluas layanannya di Asia Tenggara. Saat ini, selain di Indonesia, Gojek juga telah beroperasi di beberapa negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Singapura, serta Thailand.

"Gojek bukan hanya berfokus untuk terus menjadi pilihan utama dan memberikan layanan terbaik bagi para pengguna di Indonesia, tetapi juga untuk membawa harum nama bangsa dengan menjadi pemain terdepan di pasar Asia Tenggara," kata Nila.