Lakukan Ini Saat Menyetir di Kemacetan Agar Mesin Awet

Mobil Tim Jelajah Lebaran Jawa/Bali 2019
09 Juni 2019 10:00 WIB Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali Otomotif Share :

Solopos.com, NGAWI -- Arus lalu lintas padat merayap hingga kemacetan merupakan sesuatu yang tak terhindarkan saat arus mudik maupun balik Lebaran.

Kemacetan membuat pengendara perlu memberikan perhatian ekstra, baik untuk keselamatan saat berkendara maupun untuk menjaga mesin kendaraan.

Berikut tips berkendara saat macet arus balik mudik agar mesin kendaraan Anda tetap awet:

1. Waspadai situasi jalanan

Kondisi macet sering membuat Anda kelelahan akibat berjam-jam berkendara. Rasa lelah bisa membuat Anda mudah emosi dan bisa mengurangi kewaspadaan saat berkendara. Tetaplah tenang, jangan terpancing tindakan ceroboh yang akan merugikan Anda sendiri maupun orang lain.

Bersabarlah dan jangan memaksakan masuk jalur yang tidak diberi akses. Terburu-buru memotong jalur lain justru bisa memperbesar risiko mobil bersinggungan dengan kendaraan lain.

2. Posisikan transmisi netral saat berhenti

Kemacetan parah tak jarang membuat Anda harus berhenti di tengah-tengah padatnya lalu lintas dalam waktu yang cukup lama. Dalam kondisi seperti ini, posisikan transmisi mobil pada kondisi netral untuk mengurangi risiko pedal kopling yang terlepas karena pengemudi lupa kalau transmisi dalam posisi aktif.

Jika Anda menggunakan mobil matic, berhenti pada posisi transmisi di D terlalu lama akan meningkatkan konsumsi bahan bakar.

3. Kurangi frekuensi mengemudi setengah kopling

Menginjak kopling memang memudahkan pengemudi saat kendaraan hanya bisa bergerak lambat di situasi lalu lintas yang padat. Namun demikian, menggunakan teknik setengah kopling akan membuat kanvas persneling dan rem cepat aus.

Jika ternyata kondisi jalan cukup lama tak bergerak, sebaiknya Anda menetralkan persneling dan aktifkan rem tangan.

4. Perhatikan lampu indikator

Lampu indikator yang harus Anda perhatikan adalah indikator lampu mesin, indikator kelistrikan, indikator pengereman, indikator pendinginan, dan indikator oli. Ketika salah satu dari indikator-indikator itu menyala, artinya terjadi masalah pada kendaraan Anda.

Misalnya ketika indikator pengereman menyala, artinya  pelepasan atau pengikatan rem tangan belum sempurna, atau ketika indikator pendinginan menyala, tandanya temperatur mesin panas melebihi batas dan harus segera dilakukan pengisian ulang air pendingin.

Segera menepi bila memungkinkan dan periksa kendaraan sebelum melanjutkan perjalanan.

Selamat berkendara!

(Tim Jelajah Jawa-Bali 2019/Yustinus Andri, Muhammad Ridwan, Andi M. Arief, Maria Elena, Reni Lestari)

Sumber : Bisnis.com