Dampak Perang Dagang, Nissan Kurangi 12.000 Karyawan

Ilustrasi Nissan (Reuters)
26 Juli 2019 14:30 WIB Septina Arifiani/Egitya Eryaningwidhi Otomotif Share :

Solopos.com, YOKOHAMA – Nissan Motor Co berencana menata kembali perusahaanya setelah satu dekade terakhir. Dalam upaya merestrukturisasi, kemungkinan Nissan akan mengurangi sepersepuluh pekerjanya untuk mengendalikan biaya yang menggelembung, sebagaimana diumumkan pada Kamis (25/7/2019).

Perekonomian China yang melambat akibat perang dagang dengan Amerika Serikat, serta meningkatnya penjualan kendaraan berlistrik di negara kawasan Eropa dan Amerika membuat beberapa perusahaan penghasil mobil mengalami penurunan profit penjualan.

Dilansir melalui Reuters, Jumat (26/7/2019), perusahaan asal Jepang itu akan mengurangi setidaknya 12.500 pekerjanya di seluruh dunia hingga Maret 2023 [merupakan pengurangan terbesar sejak satu dekade lalu, pada 2009] dan mengurangi jumlah produksi pada mobil yang kurang diminati di luar negeri.

Diskon dan penjualan yang diberikan kepada pembeli membuat profitabilitas Nissan menjadi rendah. Laba operasionalnya kuartal pertama anjlok 98,5% menjadi 1,6 miliar Yen atau sekitar Rp206 miliar.

“Profitabilitas sangat buruk saat ini,” kata Presiden CEO Nissan Saikawa sembari menambahkan bahwa Nissan menargetkan pendapatan hingga 14,5 triliun Yen.

Untuk sementara waktu, upaya yang akan ditempuh oleh produsen mobil ini adalah pengurangan produksi kendaraan sebanyak 10% setiap tahunnya hingga Maret 2023.