Mobil Rakitan India Siap Guncang Pasar Otomotif Indonesia

Renault Triber diproduksi di India - Renault
01 Agustus 2019 12:30 WIB Thomas Mola & Aprianus Doni Tolok Otomotif Share :

Solopos.com, JAKARTA – Mobil produksi India kini makin akrab dengan konsumen otomotif di Indonesia. Tak hanya harga yang kompetitif, desain yang menarik juga menjadi salah satu daya tarik produk ini.

Sejauh ini, penjualan mobil asal India masih kecil, tetapi beberapa model berpeluang menjadi pendulang penjualan bagi masing-masing merek.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat terdapat tiga merek yang telah memasarkan produk otomotif asal India yakni Tata Motors, Suzuki, dan Renault.

Suzuki misalnya, menikmati manisnya penjualan produk asal India yang merupakan salah satu dari tiga pilar produksi Suzuki selain Jepang dan Indonesia. Indonesia merupakan pilar untuk model multi purpose vehicle (MPV) dan pikap ringan.

Suzuki Ignis dan Baleno yang didatangkan dari India sempat merajai pasar city car dan sedan buntung (hatchback) pada 2018. Sepanjang 2018, Ignis merajai city car dengan raihan penjualan wholesales sebanyak 13.802 unit, sedangkan Baleno sebanyak 5.453 unit.

Pada tahun ini, Suzuki sedikit mengendorkan penjualan produk impor dan mendorong penjualan produk yang dirakit dalam negeri. Selain karena kuota impor yang makin diperketat, Suzuki juga mempersiapkan jalan untuk kedatangan Jimny yang didatangkan dari Jepang.

Tahun ini, Suzuki mengandalkan All New Ertiga dan New Carry sebagai penopang penjualan. Suzuki telah menambah varian dengan menghadirkan All New Ertiga Suzuki Sport dan New Carry pada Mei lalu.

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan, Ignis masih dipasarkan tetapi hanya mengandalkan permintaan alami (natural demand) yang berasal dari konsumen. Jika agen pemegang merek (APM) melakukan kampanye penjualan, penjualan Ignis diklaim masih bisa dikerek.

"Sekarang fokus kami menjual produk lokal sehingga kami pindahkan aktivitas marketing," ujar Donny Saputra, 4W Marketing Director SIS kepada Bisnis baru-baru ini.

Dia menuturkan, permitaan terhadap beberapa produk yang didatangkan dari luar negeri masih baik. Ignis, katanya, masih menguasai pasar mobil perkotaan karena mengusung konsep kendaraan anak muda. Saat ini penjualan Ignis sebulan sekitar 1.000 unit.

Model asal India lainnya yang juga berpotensi menjadi pendulan volume penjualan bagi APM ialah Renault Triber. Kendaraan ultra modular 7-seater itu bakal bermain pada dua segmen paling gemuk di pasar otomotif nasional yakni low LMPV dan low cost green car (LCGC).

Dirilis secara resmi pada GIIAS 2019 kemarin, Triber langsung meraih 1.033 surat pemesangan kendaraan (SPK) atau setara dengan 74,5% dari total raihan SPK Renaul selama GIIAS 2019 yang sebanyak 1.386 unit. 

Mobil tujuh penumpang yang memiliki empat varian ini diperkirakan dibanderol dengan harga antara Rp135 juta hingga Rp175 juta.

Davy J Tuilan, CEO PT Maxindo Renault Indonesia mengatakan, terobosan desain Renault Triber akan menjadi standar baru otomotif Indonesia dan bakal menarik pelanggan dari berbagai segmen. Respons konsumen terhadap Triber selama GIIAS 2019, katanya, sangat baik yang ditandai dengan raihan penjualan model 7 penumpang tersebut.

“Respons konsumen untuk Renault Triber keren, tanpa harga pasti dan delivery mulai Desember 2019 untuk transmisi manual, kami mendapat 1.033 SPK untuk Renault Triber. Total SPK Renault selama GIIAS 2019 sebanyak 1.386 unit,” katanya kepada Bisnis, Rabu (31/7/2019).

Adapun di segmen kendaraan niaga, Tata Motors juga menunjukkan tajinya. Kualitas truk asal India ini dinilai mampu bersaing di pasar domestik, bahkan pasar global.

Data JATO Dynamics - perusahaan konsultan otomotif global - menunjukkan bahwa Tata Motors menjadi produsen mobil India pertama yang mencapai penjualan 1 juta unit, mengalahkan dua raksasa otomotif China, Changan dan SAIC, menjadi produsen kendaraan ringan terbesar ke-16 di dunia pada 2018.

Tata Motors sukses menjual sekitar 1,049 juta unit dibandingkan dengan 986.000 unit yang mereka capai pada 2017, untuk segmen kendaraan ringan termasuk mobil, van, kendaraan utilitas, dan truk pickup berbobot 3,5 ton.

JATO menilai Tata Motors adalah merek dengan pertumbuhan tercepat ketiga di antara 20 perusahaan mobil teratas di seluruh dunia.

Di pasar Indonesia, Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) baru saja meluncurkan tiga produk baru di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 yakni Tata LPT. Truk ini adalah varian untuk kebutuhan on road logistik hasil bumi dan kebutuhan pokok.

Data Gaikindo menunjukkan pada semester pertama tahun ini berhasil memasarkan 366 unit kendaraan niaga. Jumlah ini menurun sekitar 32% bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 538 unit.

Sumber : Bisnis.com