Otomotif
Jumat, 29 September 2023 - 17:29 WIB

Ramaikan Pasar Mobil Listrik, Vinfast akan Investasi Rp3 Triliun di Indonesia

Newswire  /  Akhmad Ludiyanto  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Mobil Vinfast. (Antara)

Solopos.com, JAKARTA – Produsen otomotif Vinfast dikabarkan akan berinvestasi di Indonesia, meramaikan pasar kendaraan listrik.

Produsen otomotif yang fokus dengan dunia elektrifikasi asal Singapura dan Vietnam tersebut akan menanamkan modal di Tanah Air sebesar USD200 juta atau setara dengan Rp3,099 triliun untuk pabrik yang dapat menghasilkan kendaraan sebanyak 50.000 unit dalam setahun.

Advertisement

Antara Mengutip dari pemberitaan yang diterbitkan oleh Investment Monitor, Rabu (20/9/2023), Finvast akan memulai perakitan kendaraan listrik mereka di pabrik Indonesia pada 2026. Meski begitu, belum ada waktu yang pasti dari perusahaan tersebut.

Sejumlah dana yang digelontorkan untuk pasar Indonesia tersebut baru sebagai dari dana yang sudah dipersiapkan dengan matang oleh perusahaan tersebut, yakni mencapai USD1,2 miliar untuk pasar Indonesia dalam jangka panjang.

Tidak hanya Indonesia, yang menjadi sasaran pabrik mereka, India, Malaysia dan juga tujuh pasar Asia juga akan dimasuki oleh Vinfast.

Advertisement

Vinfast dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa mereka berencana memulai pengiriman kendaraan listriknya ke Indonesia pada tahun 2024 dengan model kemudi kanan VF e34 dan VF 5, kemudian VF 6 dan VF 7.

“Kami juga telah mengidentifikasi Indonesia dari tujuh klaster pasar baru kami sebagai pasar potensial utama untuk pendirian fasilitas manufaktur kendaraan listrik dan baterai kami karena biayanya yang relatif rendah dan ketersediaan bahan baku dalam negeri,” kata perusahaan itu.

Penanaman modal asing (PMA) di Indonesia telah meningkat secara signifikan sejak tahun 2004, dengan aliran masuk bersih tertinggi sepanjang masa sebesar USD25,12 miliar pada 2014.

Advertisement

Pada awal bulan September, Vinfast mendapatkan dua proyek PMA besar dari Sichuan Hebang Biotechnology dan PepsiCo asal Tiongkok.

Dalam pernyataan pers yang dirilis oleh Sichuan Hebang, perusahaan tersebut mengatakan akan menginvestasikan USD800 juta untuk membangun basis produksi bahan kimia.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif